Headline.co.id, Sleman ~ Pemotongan Dana Desa dari pemerintah pusat mendorong Kalurahan Balecatur, Gamping, Sleman, mencari sumber pendanaan alternatif untuk menjaga kesinambungan pembangunan. Upaya tersebut dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kalurahan (Musrenbangkal) Balecatur Tahun Anggaran 2027 di Gamping, Sleman, Senin (5/10/2026). Forum itu menekankan pentingnya menggali Pendapatan Asli Kalurahan dan mengembangkan unit usaha desa agar pembangunan fisik serta pemberdayaan masyarakat tetap berjalan. Selain itu, pemerintah kalurahan didorong memanfaatkan Dana Keistimewaan (Danais) dan dana aspirasi atau Pokir.
Panewu Gamping Suyanto meminta jajaran pemerintah kalurahan lebih jeli dan proaktif mengidentifikasi potensi Pendapatan Asli Kalurahan. Menurut dia, inovasi melalui unit-unit usaha desa menjadi fondasi untuk menjaga program pembangunan di tengah berkurangnya dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
Ancaman perlambatan pembangunan akibat pemotongan Dana Desa menjadi tantangan bagi pemangku kebijakan di tingkat akar rumput. Karena itu, kemandirian ekonomi desa dinilai perlu diperkuat melalui optimalisasi sumber pendapatan yang dapat dikelola kalurahan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Balecatur Siapkan Alternatif Pembiayaan
Lurah Balecatur Andri Septianto mengatakan transparansi tata kelola anggaran tetap menjadi prioritas pemerintah kalurahan. Ia mengakui pemangkasan Dana Desa berdampak terhadap postur perencanaan pembangunan Balecatur.
Meski demikian, Andri menyebut kucuran Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta masih menjadi penopang pembangunan infrastruktur. Dana tersebut dinilai membantu kalurahan menghadapi perubahan kemampuan pembiayaan setelah pemotongan Dana Desa.
Andri juga mendorong setiap pengurus padukuhan untuk aktif menjaring dana aspirasi atau Pokir dari anggota legislatif. Langkah itu diharapkan dapat menutup celah pembiayaan yang muncul dalam perencanaan pembangunan kalurahan.
Dengan demikian, strategi pendanaan Balecatur dalam rancangan pembangunan 2027 tidak hanya bertumpu pada transfer dari pemerintah pusat. Pemerintah kalurahan juga diarahkan memperkuat pendapatan internal, mengoptimalkan dukungan Danais, serta mencari sumber pembiayaan lain melalui aspirasi legislatif.
Stunting dan Digitalisasi Tetap Jadi Prioritas
Tim pendamping desa mengingatkan agar upaya mencari pendanaan tidak menggeser prioritas dalam draf anggaran yang telah diverifikasi. Penanganan stunting dan percepatan digitalisasi tetap harus memperoleh alokasi dalam rencana pembangunan Balecatur.
Pesan tersebut menjadi bagian dari pembahasan Musrenbangkal selain isu kemandirian pendanaan. Pemerintah kalurahan diminta memastikan agenda pembangunan tetap mencakup kebutuhan pemberdayaan masyarakat dan program yang telah ditetapkan sebagai prioritas.
Agenda tahunan itu juga diselingi informasi mengenai perpanjangan masa jabatan lurah hingga 2028. Setelah pemaparan rencana pembangunan, kegiatan ditutup dengan penandatanganan kesepakatan rencana pembangunan oleh Ulu-Ulu Kalurahan Balecatur, Giyono.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















