Headline.co.id, Malang ~ Derbi Jatim Arema FC vs Persik Kediri pada pekan ke-3 BRI Super League 2026-27 berakhir imbang 1-1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (18/9/2026) sore WIB. Persik Kediri lebih dulu unggul melalui Zanadin Fariz pada menit ke-6, sebelum Arema FC menyamakan kedudukan lewat penalti Raianderson Da Costa Morais pada menit ke-30. Laga yang dipimpin wasit Dika Rahmat Hidayat itu disaksikan 4.084 penonton. Kedua tim gagal mencetak gol tambahan meski pertandingan berlangsung agresif dan diwarnai kartu merah serta kartu kuning.
Persik Kediri Unggul Cepat pada Babak Pertama
Persik Kediri langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Tekanan tim tamu membuahkan hasil ketika Zanadin Fariz mencetak gol pada menit ke-6.
Gol tersebut membawa Persik Kediri unggul 1-0 atas Arema FC. Tertinggal lebih dulu di kandang, Arema FC berusaha meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Upaya tuan rumah membuahkan hasil pada menit ke-30. Arema FC mendapatkan hadiah penalti setelah Achmad Maulana dilanggar pemain belakang Persik Kediri.
Raianderson Da Costa Morais, yang akrab disebut Careca, menjalankan tugas sebagai eksekutor. Pemain asing Arema FC itu sukses mencetak gol dan mengubah skor menjadi 1-1.
Kedudukan tersebut bertahan hingga turun minum. Arema FC dan Persik Kediri sama-sama tampil agresif, tetapi tidak ada gol tambahan yang tercipta pada sisa babak pertama.
Derbi Jatim Arema FC vs Persik Kediri Berlangsung Keras
Memasuki babak kedua, kedua pelatih melakukan penyesuaian melalui pergantian pemain. Arema FC memasukkan Alfeandra Dewangga Santosa dan Oluwasegun Otusanya.
Sementara itu, Persik Kediri memasukkan Gustavo Franca Amadio dan Fransiskus Alesandro. Perubahan tersebut membuat pertandingan tetap berlangsung ketat hingga menit-menit akhir.
Laga berjalan alot dan keras. Wasit mengeluarkan total delapan kartu kuning dalam pertandingan tersebut.
Di kubu Arema FC, kartu kuning diberikan kepada Francisco Pereira Carneiro pada menit ke-45+2 dan ke-70. Kartu kuning kedua membuatnya mendapat kartu merah karena akumulasi.
Kartu kuning lainnya untuk Arema FC diberikan kepada Marcos Vinicius Silvestre Gaspar pada menit ke-45+3 dan Alfeandra Dewangga Santosa pada menit ke-60.
Dari kubu Persik Kediri, kartu kuning diberikan kepada Eduardo Miguel Ramos Barbosa pada menit ke-67, Daffa Salman pada menit ke-82, Marcelo Amado Djalo Taritolay pada menit ke-85, serta Bayu Otto dan Ady Eko Jayanto pada menit ke-90+3.
Tak Ada Gol Tambahan hingga Peluit Panjang
Meski pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi dan kedua tim saling menyerang, skor 1-1 tidak berubah setelah turun minum. Arema FC dan Persik Kediri sama-sama berusaha memanfaatkan sisa waktu untuk mencetak gol kemenangan.
Wasit memberikan tambahan waktu empat menit pada akhir babak kedua. Namun, peluang yang tercipta tidak menghasilkan gol tambahan.
Peluit panjang pun menandai berakhirnya Derbi Jatim Arema FC vs Persik Kediri dengan skor sama kuat 1-1. Persik Kediri sempat memimpin melalui gol cepat Zanadin Fariz, sedangkan Arema FC membalas lewat penalti Careca.
Susunan Pemain Arema FC dan Persik Kediri
Arema FC menurunkan Muhammad Adi Satryo sebagai penjaga gawang. Lini belakang diisi Diego Luiz Landis, Walisson Moreira, Gabriel Silva Costa, dan Johan Ahmat Farizi yang bertindak sebagai kapten.
Di sektor tengah dan depan, Arema FC memainkan Arkhan Fikri, Roberto Pimenta Vinagre Filho, Achmad Maulana Syarif, Matheus Da Conceicao, Raianderson Da Costa Morais, serta Marcos Vinicius Silvestre Gaspar.
Arema FC dilatih Marcos Vinicius Santos Goncalves.
Persik Kediri menurunkan Andhika Ramadhani sebagai penjaga gawang. Francisco Pereira Carneiro menjadi kapten, bersama Imanol Garcia Lugea, Krisna Bayu Otto Kartika, dan Ernesto Gomez Munoz di lini belakang.
Persik Kediri juga memainkan Zanadin Fariz, Althaf Indie Alrizky, Eduardo Miguel Ramos Barbosa, Jose Enrique Rodriguez, Marcelo Amado Djalo Taritolay, dan Junheong Park.
Tim tersebut ditangani pelatih Marcos Reina Torres.


















