Highlight Berita:
Headline.co.id, Johannesburg ~ Polisi Afrika Selatan memperluas penyelidikan setelah menemukan jasad perempuan kesembilan di Kempton Park, wilayah Ekurhuleni, di pinggiran Johannesburg pada Kamis. Penemuan terbaru terjadi setelah delapan jasad perempuan ditemukan di kawasan yang sama dan sejumlah lokasi lain dalam dua bulan terakhir, sehingga polisi membandingkan bukti, waktu, lokasi, profil korban, serta keadaan masing-masing kasus. Otoritas juga memberlakukan penguncian di Kempton Park ketika penyelidikan berlangsung, sementara tiga jasad yang sebagian tidak berpakaian ditemukan di kawasan tersebut pada pekan ini. Polisi belum menyimpulkan seluruh kematian berkaitan dengan seorang pembunuh berantai dan masih mempertimbangkan berbagai kemungkinan.
Rangkaian penemuan tersebut memicu kekhawatiran masyarakat mengenai kemungkinan adanya pola yang menghubungkan kasus-kasus itu. Kepolisian sebelumnya menyatakan sejumlah kesamaan pada delapan kasus pertama cukup mengkhawatirkan sehingga diperlukan peringatan kepada masyarakat.
'Penyidik mempertimbangkan semua kemungkinan, termasuk kemungkinan adanya beberapa tersangka atau pelaku yang berbeda,' kata Komisaris Polisi Provinsi Gauteng Fred Kekana.
Polisi Bandingkan Pola Sembilan Kasus
Kekana mengatakan polisi sedang membandingkan bukti yang dikumpulkan dari setiap kasus, termasuk kronologi, lokasi penemuan, profil para korban, dan keadaan ketika jasad ditemukan. Langkah itu dilakukan untuk menentukan apakah terdapat hubungan yang dapat dibuktikan antara satu kasus dengan kasus lainnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
'Polisi membandingkan bukti, lini waktu, lokasi, profil korban dan keadaan setiap kasus,' kata Kekana.
Menurut Kekana, masih terlalu dini untuk mengaitkan seluruh kematian tersebut dengan pembunuh berantai. Namun, polisi menilai kesamaan yang ditemukan dalam sejumlah kasus tetap mengkhawatirkan dan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Seluruh korban merupakan perempuan berusia 20-an hingga 30-an tahun. Polisi mengatakan para korban ditemukan dalam keadaan tanpa pakaian atau hanya mengenakan sebagian pakaian. Beberapa jasad juga menunjukkan pola memar yang serupa.
Korban Ditemukan di Sejumlah Lokasi
Lima jasad pertama ditemukan di dalam atau sekitar Kempton Park. Jasad lainnya ditemukan di lokasi berbeda yang berjarak sekitar 25 hingga 35 kilometer dari kawasan tersebut. Penemuan di sejumlah titik menjadi salah satu aspek yang kini diperiksa penyidik untuk mengetahui apakah kasus-kasus tersebut saling berhubungan.
Jasad pertama ditemukan pada 17 Juli dalam keadaan tanpa pakaian dan terikat menggunakan pengikat kabel. Seorang tersangka yang diyakini sebagai kekasih korban ditangkap dan ditahan, tetapi menurut polisi tidak ada dakwaan yang diajukan terhadapnya.
Salah satu korban lainnya diidentifikasi sebagai Elizabeth Tsontso Moselakgomo, 38 tahun. Ia dilaporkan hilang ketika sedang berlari. Keluarga mengetahui kehilangannya setelah putrinya yang berusia delapan tahun memberi tahu anggota keluarga bahwa Moselakgomo tidak kembali dari kegiatan lari rutin pada sore hari. Jasadnya ditemukan beberapa hari kemudian.
Otoritas juga menemukan salah satu jasad dalam keadaan tanpa pakaian dan telah mengalami pembusukan lanjut. Korban termuda yang telah diidentifikasi berusia 20 tahun.
Pemerintah Janjikan Penyelidikan Menyeluruh
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa berjanji penyelidikan atas kematian para perempuan tersebut akan dilakukan secara menyeluruh. Pemerintah juga menawarkan hadiah sebesar 400.000 rand Afrika Selatan, atau sekitar 25.000 dolar Amerika Serikat, bagi informasi yang dapat mengarah pada penangkapan pelaku atau para pelaku.
Perempuan yang tinggal atau beraktivitas di sekitar lokasi penemuan jasad juga diminta untuk sangat berhati-hati dan tidak bepergian sendirian. Peringatan itu dikeluarkan ketika polisi masih berupaya menentukan hubungan antarkasus sekaligus mencari pihak yang bertanggung jawab.
'Kita tidak bisa terus-menerus menemukan jasad,' kata Wakil Komisaris Nasional Bidang Kepolisian pada Kepolisian Afrika Selatan, Tebello Mosikili, kepada wartawan di lokasi penemuan terbaru.
Kasus Soroti Kekerasan terhadap Perempuan
Rangkaian kematian tersebut kembali menyoroti tingginya kekerasan terhadap perempuan di Afrika Selatan. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, negara itu memiliki salah satu tingkat femisida tertinggi di dunia.
Data kepolisian Afrika Selatan mencatat 9.782 laporan pemerkosaan pada Januari hingga Maret 2026, disertai 12.590 pelanggaran seksual. Jumlah laporan pemerkosaan tersebut setara dengan sekitar 108 kasus yang dilaporkan setiap hari.
Hampir separuh laporan pemerkosaan pada periode tersebut, yakni 4.620 kasus atau 47,2 persen, terjadi di rumah korban atau pelaku. Data tersebut menjadi bagian dari gambaran mengenai skala kekerasan seksual yang dihadapi perempuan di negara itu.
Pada November tahun lalu, Pusat Manajemen Bencana Nasional Afrika Selatan mengklasifikasikan kekerasan berbasis gender dan femisida sebagai bencana nasional setelah adanya tekanan berkelanjutan dari organisasi masyarakat sipil. Sebuah studi lembaga pemikir Afrika Selatan pada 2022 juga menemukan lebih dari 35 persen perempuan dewasa di negara tersebut pernah mengalami kekerasan fisik atau seksual dalam hidup mereka.
Sementara penyelidikan terhadap sembilan kematian berlangsung, polisi belum memastikan apakah seluruh korban dibunuh oleh pelaku yang sama. Pemeriksaan terhadap kesamaan bukti dan pola kasus terus dilakukan, dengan kemungkinan adanya beberapa tersangka atau pelaku berbeda tetap menjadi bagian dari penyelidikan.



















