Headline.co.id, Gresik ~ Pemerintah Kabupaten Gresik mematangkan rencana pelebaran Jalan Raya Menganti-Lakarsantri sepanjang sekitar lima kilometer hingga perbatasan Surabaya. Pembahasan rencana tersebut dilakukan dalam Ekspose Rencana Pelaksanaan Pengadaan Tanah untuk Pembangunan bagi Kepentingan Umum di Kantor ATR/BPN Provinsi Jawa Timur, Senin (14/9/2026). Pelebaran jalan diarahkan untuk memperkuat konektivitas Gresik-Surabaya dan memperlancar mobilitas masyarakat lintas wilayah. Pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap melalui persiapan pengadaan tanah dan penyesuaian dengan kemampuan anggaran daerah.
Rencana pelebaran Jalan Menganti-Lakarsantri kini memasuki tahap persiapan pengadaan tanah. Pemerintah Kabupaten Gresik bersama instansi terkait masih mematangkan data bidang tanah yang berpotensi terdampak sebelum tahapan berikutnya dilanjutkan.
Pelebaran Jalan Menganti-Lakarsantri Dibagi dalam Beberapa Segmen
Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman mengatakan, ruas Menganti-Lakarsantri menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah untuk memperkuat akses menuju Surabaya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Ruas Menganti menuju Lakarsantri ini menjadi salah satu fokus kita untuk diselesaikan. Harapannya, akses Gresik dan Surabaya semakin baik dan masyarakat bisa memanfaatkannya dengan lebih lancar,” ujar Washil.
Koridor pengadaan tanah direncanakan memiliki panjang sekitar lima kilometer dengan lebar jalan yang disesuaikan berdasarkan segmen. Ruas Menganti-Lakarsantri direncanakan memiliki lebar sekitar 11 meter, Menganti-Kepatihan sekitar 8,5 meter, sedangkan Menganti-Banjaran sekitar tujuh meter.
Berdasarkan identifikasi awal, terdapat ratusan bidang tanah yang berpotensi terdampak. Rinciannya, sebanyak 93 bidang berada di ruas Menganti-Lakarsantri, 177 bidang di Kepatihan, 67 bidang di Desa Setro, dan 297 bidang di Desa Laban.
Pendataan Bidang Tanah Jadi Perhatian
Pemerintah Kabupaten Gresik menempatkan proses pendataan sebagai bagian penting sebelum pengadaan tanah dilanjutkan. Setiap bidang akan diverifikasi, mulai dari batas tanah, luas lahan yang terdampak, hingga kemungkinan adanya lahan tersisa setelah sebagian tanah dilepaskan.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pengembangan, Dony Novantoro, mengatakan ketelitian diperlukan untuk mengantisipasi persoalan pada tahap pelaksanaan.
“Yang perlu diperhatikan bukan hanya jumlah bidang, tetapi juga batas-batas dan kondisi bidang yang terdampak. Ada kemungkinan bidang yang hanya terdampak sebagian, sehingga perlu diantisipasi sejak awal,” kata Dony.
Selain verifikasi data bidang, pemerintah juga memperhitungkan biaya operasional dan potensi persoalan hukum dalam proses pengadaan tanah. Langkah tersebut disiapkan agar seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan dan memberikan kepastian bagi masyarakat yang lahannya terdampak.
Pengadaan Tanah Dilakukan Bertahap hingga 2030
Dari sisi pembiayaan, kebutuhan pengadaan tanah diperkirakan mencapai sekitar Rp76,022 miliar. Namun, anggaran yang tersedia pada 2026 baru sekitar Rp6 miliar.
Dengan adanya selisih kebutuhan dan kemampuan anggaran, Pemerintah Kabupaten Gresik memilih skema pembiayaan secara bertahap hingga 2030. Washil mengatakan, tahapan tersebut disesuaikan dengan kemampuan anggaran dan rencana yang telah disusun.
“Anggarannya memang besar. Karena itu kita tuntaskan step by step sesuai kemampuan anggaran dan tahapan yang sudah direncanakan,” ujar Washil.
Tahap persiapan pengadaan tanah telah berjalan melalui sosialisasi kepada masyarakat sejak awal Juli 2026. Pemerintah Kabupaten Gresik menyebut sosialisasi tersebut sejauh ini berlangsung kondusif.
Selanjutnya, Pemkab Gresik akan mematangkan data bidang dan tahapan pengadaan tanah bersama instansi terkait. Proses bertahap itu diharapkan dapat memastikan pembangunan pelebaran jalan berjalan sesuai kemampuan fiskal daerah, sekaligus tetap memberikan kepastian dalam proses bagi masyarakat yang terdampak.
Jika terealisasi, peningkatan kapasitas ruas Menganti-Lakarsantri akan memperkuat salah satu jalur penting mobilitas masyarakat dari Gresik menuju Surabaya. Proyek tersebut juga diarahkan untuk mendukung konektivitas dan aktivitas ekonomi antarkawasan.



















