Headline.co.id, Siak ~ Polda Riau menggunakan cairan X Fire dan drone khusus pemadam untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Siak, Jumat (11/9/2026). Teknologi tersebut dikerahkan dalam operasi pemadaman dan pendinginan di Desa Suka Mulya, Kecamatan Dayun, untuk mempercepat penanganan titik api sekaligus mematikan bara di lahan gambut. Upaya ini dilakukan karena sebagian lokasi kebakaran berupa semak belukar dengan akses terbatas bagi personel melalui jalur darat.
Dalam operasi karhutla Siak itu, tim menemukan sembilan titik api. Hingga Jumat sore, lima titik telah dipadamkan, sementara empat titik lainnya masih dalam penanganan dan pemadaman dilanjutkan pada Sabtu pagi.
X Fire Digunakan untuk Mematikan Bara di Lahan Gambut
Dansat Brimob Polda Riau sekaligus Kepala Operasi Penanganan Karhutla Polda Riau, Kombes Pol. I Ketut Gede Adi Wibawa, mengatakan penggunaan X Fire difokuskan pada lahan yang masih mengeluarkan asap setelah proses pemadaman.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut dia, cairan tersebut membantu proses pendinginan karena dapat meresap ke lapisan lahan dan menjangkau bara yang masih tersimpan di bawah permukaan. Karakteristik lahan gambut membuat api yang tampak padam di permukaan belum tentu benar-benar selesai.
“Karakteristik lahan gambut membutuhkan penanganan yang berbeda. Api yang terlihat padam di permukaan belum tentu benar-benar selesai karena bara masih dapat tersimpan di bawah. X Fire membantu cairan meresap dan mematikan bara yang tersisa,” jelasnya, dilansir dari detik, Sabtu (12/9/2026).
Berdasarkan pemantauan tim di lapangan, area yang telah ditangani menggunakan X Fire tidak lagi mengeluarkan asap. Kondisi tersebut menjadi indikator awal bahwa proses pendinginan mampu menjangkau sumber panas yang sebelumnya masih tersimpan.
Drone Menjangkau Titik Api yang Sulit Diakses
Selain menggunakan X Fire, tim gabungan mengoperasikan drone khusus pemadam untuk menjangkau titik api yang sulit didatangi personel. Pemanfaatan drone menjadi bagian dari strategi Polda Riau dalam mengombinasikan kekuatan personel di darat dengan teknologi.
Kawasan semak belukar di Desa Suka Mulya memiliki akses terbatas. Kondisi itu membuat drone digunakan untuk mendukung pemadaman pada lokasi yang tidak mudah dicapai melalui jalur darat.
“Drone membantu kami menjangkau titik-titik yang sulit dicapai personel. Jadi teknologi ini bukan menggantikan personel di lapangan, tetapi memperkuat kemampuan operasi agar pemadaman lebih cepat, efektif dan aman,” tambah I Ketut Gede Adi Wibawa.
Penggunaan teknologi tersebut ditujukan untuk mempercepat penanganan karhutla, terutama di wilayah yang memiliki karakteristik gambut dan lokasi yang sulit dijangkau.
Pendinginan Dilanjutkan untuk Cegah Api Kembali
Kepala Operasi Penanganan Karhutla Polda Riau menegaskan bahwa operasi tidak berhenti ketika api secara visual sudah tidak terlihat. Pendinginan tetap dilakukan untuk mencegah bara kembali menyala dan memicu kebakaran lanjutan, khususnya di kawasan gambut.
“Kita harus memastikan bukan hanya apinya padam, tetapi bara di bawah permukaan juga benar-benar mati. Karena itu pemadaman dan pendinginan dilakukan secara berkelanjutan sampai lokasi dinyatakan aman,” tegasnya, dilansir dari detik.
Penanganan karhutla di Desa Suka Mulya melibatkan personel gabungan Polda Riau, Brimob, Polres Siak, TNI, BPBD, Manggala Agni, Damkar Kabupaten Siak, serta unsur perusahaan.
Operasi gabungan tersebut dilakukan untuk mempercepat pemadaman dan memastikan proses pendinginan berlangsung hingga lokasi dinyatakan aman. Pendekatan ini diterapkan dengan memadukan pengerahan personel serta penggunaan X Fire dan drone khusus pemadam.














