Headline.co.id, Banyuasin ~ Peserta Didik (Serdik) Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Tahun 2026 mengikuti pembelajaran langsung mengenai pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung melalui Kuliah Kerja Profesi (KKP) di wilayah hukum Polres Banyuasin pada Jumat (11/9/2026). Para Serdik mempelajari strategi penanganan Karhutla serta pola koordinasi kepolisian, pemerintah, masyarakat, dan instansi terkait melalui diskusi, wawancara, edukasi, dan peninjauan lapangan.
KKP itu dirancang untuk memberikan pemahaman akademis sekaligus gambaran faktual mengenai persoalan Karhutla di lapangan. Selain membahas langkah pencegahan, para peserta didik juga melihat secara langsung proses penanganan serta kolaborasi lintas instansi dalam menghadapi potensi kebakaran.
Rangkaian KKP di wilayah hukum Polres Banyuasin
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan KKP pada pukul 08.30 hingga 09.00 WIB. Kegiatan tersebut didampingi Paping dan Wakapolres Banyuasin.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Setelah pembukaan, para Serdik mengikuti Focus Group Discussion (FGD) pada pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Pembahasan dalam forum itu mencakup berbagai persoalan di lapangan, termasuk upaya pencegahan Karhutla serta sinergi kepolisian, pemerintah, masyarakat, dan instansi terkait.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan wawancara mendalam pada pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Dalam pelaksanaannya, para Serdik didampingi Kombes Pol Muhammad Helmi, S.I.K., bersama pendamping lainnya.
Kombes Pol Muhammad Helmi mengatakan, KKP dilaksanakan dengan menggabungkan pendekatan akademis dan kondisi faktual di lapangan. Menurut dia, kegiatan tersebut tidak ditujukan untuk mencari kesalahan satuan kewilayahan.
“Serdik Sespimmen menggunakan pendekatan akademis, kritis, objektif, dan konstruktif bukan untuk mencari kesalahan satuan kewilayahan tetapi untuk belajar sekaligus memberikan sumbangan pemikiran,” kata Muhammad Helmi.
Serdik berikan edukasi kepada masyarakat
Selain berdiskusi dan melakukan wawancara, para Serdik memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan dan dampak Karhutla. Edukasi disampaikan secara humanis dengan menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami.
Penyampaian materi juga disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Para peserta didik selanjutnya meninjau Pos Tanggap Bencana Manggala Agni. Dalam kunjungan itu, mereka melihat proses penanganan Karhutla sekaligus mempelajari pola koordinasi dan kolaborasi antarinstansi ketika menghadapi potensi kebakaran.
Pengalaman lapangan menjadi bekal calon pemimpin
Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino, S.I.K., M.Si., mengapresiasi keterlibatan Sespim Lemdiklat Polri dalam kegiatan penanganan Karhutla di wilayah tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Sespim Lemdiklat Polri yang turut andil dalam penanganan Karhutla di Banyuasin. Semoga menjadi pembelajaran bagi calon Kapolres apabila nanti turun ke lapangan,” ujar Risnan.
Menurut Risnan, penanganan Karhutla membutuhkan pemimpin yang mampu membangun komunikasi, sinergi, dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Karena itu, pengalaman yang diperoleh para Serdik selama KKP diharapkan menjadi bekal ketika mereka nantinya mengemban tugas sebagai pemimpin di satuan kewilayahan.
Kegiatan KKP tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman para calon pemimpin Polri mengenai persoalan kompleks di lapangan. Pemahaman itu mencakup pembangunan strategi pencegahan Karhutla yang melibatkan seluruh unsur masyarakat dan instansi terkait.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Banyuasin bersama Serdik Sespimmen Dikreg ke-67 mendorong penguatan pencegahan Karhutla melalui kolaborasi lintas sektor, edukasi masyarakat, dan respons cepat terhadap potensi kebakaran.
















