Headline.co.id, Jakarta ~ Atlet panjat tebing Indonesia, Antasyafi Robby Al Hilmi, meraih medali emas pada World Climbing Series Guiyang 2026 kategori speed putra. Prestasi tersebut diraih Robby dalam kompetisi yang berlangsung di Guiyang, China. Atlet berusia 19 tahun itu mempersembahkan medali emas pertamanya di ajang World Climbing Series untuk sang ibu. Robby mampu mencapai hasil tersebut setelah menjalani latihan bersama atlet-atlet Indonesia dan menjadikan kekalahan sebelumnya sebagai pemicu untuk tampil lebih cepat.
“Ibu, akhirnya aku emas!” ujar Robby, dikutip dari rilis yang diterima di Jakarta.
Emas Pertama Antasyafi Robby di World Climbing Series
Gelar juara di Guiyang menjadi pencapaian penting bagi Antasyafi Robby. Sebelum meraih emas, Robby baru mendapatkan medali perak pada edisi Madrid dan Chamonix.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Robby mengaku senang sekaligus tidak menyangka dapat merebut medali emas dalam kompetisi tersebut. Baginya, hasil ini menjadi medali emas pertama sepanjang keikutsertaannya di World Climbing Series.
“Saya senang karena itu emas pertama saya di World Climbing Series. Hasil itu berkat dukungan semua pihak dan latihan bersama teman-teman atlet di Indonesia,” jelas Robby.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan Robby tidak hanya berkaitan dengan penampilannya dalam pertandingan. Ia menyebut dukungan berbagai pihak serta latihan bersama rekan-rekan atlet di Indonesia turut berperan dalam pencapaian tersebut.
Kekalahan Sebelumnya Jadi Pemicu
Selain dukungan dan latihan, Robby juga menyebut pengalaman dari tiga kekalahan dalam World Climbing Series sebelumnya sebagai bagian dari proses menuju kemenangan di Guiyang.
Menurut Robby, hasil yang belum sesuai harapan pada tiga penampilan sebelumnya mendorongnya untuk memperbaiki diri. Kekalahan itu menjadi pemicu semangat agar ia dapat tampil semakin baik dan lebih cepat.
Robby juga mengaku tidak menduga dapat memecahkan catatan waktu terbaiknya dalam kompetisi di Guiyang. Pencapaian tersebut menjadi bagian penting dari keberhasilannya meraih emas pada kategori speed putra.
Persembahan untuk Sang Ibu
Di tengah keberhasilannya menjuarai World Climbing Series Guiyang 2026, Robby secara khusus menyampaikan pencapaiannya kepada sang ibu. Ungkapan “Ibu, akhirnya aku emas!” menjadi pesan yang disampaikan Robby setelah memastikan medali emas.
Medali tersebut sekaligus menandai perubahan hasil bagi Robby di World Climbing Series. Setelah sebelumnya meraih medali perak di Madrid dan Chamonix, ia akhirnya mampu berdiri sebagai juara pada edisi Guiyang.
Keberhasilan Antasyafi Robby Al Hilmi menambah catatan prestasinya di ajang panjat tebing internasional. Emas dari Guiyang menjadi hasil dari dukungan, latihan, serta dorongan untuk bangkit setelah mengalami tiga kekalahan pada kompetisi sebelumnya.



















