Headline.co.id, Jakarta ~ PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mendorong pengembangan industri olahraga yang berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan hal itu dalam Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (11/9/2026). Menurut Hery, event olahraga dapat menggerakkan ekonomi melalui aktivitas perdagangan, transportasi, makanan dan minuman, serta penjualan merchandise. BRI mendukung ekosistem tersebut melalui keterlibatan dalam event olahraga dan peluang akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang berkembang di dalamnya.
Hery mengatakan keterlibatan BRI dalam sejumlah event olahraga sejalan dengan perhatian perseroan terhadap sektor mikro dan UMKM. Ia menilai pertandingan olahraga tidak hanya menghasilkan kegiatan kompetisi, tetapi juga membentuk ekosistem ekonomi yang melibatkan banyak pelaku usaha.
Aktivitas ekonomi itu lain muncul dari penjualan makanan dan minuman, merchandise, transportasi, serta berbagai kebutuhan penonton dan peserta. Peluang tersebut dapat dimanfaatkan pelaku UMKM di sekitar lokasi penyelenggaraan event.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
BRI Sebut Event Olahraga Gerakkan Ekonomi Lokal
“Karena saya sebagai pemerintah banyak berkecimpung dalam pembiayaan mikro dan UMKM, rata-rata banyak pertandingan juga terkait dengan merchandise, kaos, topi dan lain sebagainya,” ujar Hery dalam keterangannya pada ISS 2026.
Ia mencontohkan keterlibatan BRI sebagai salah satu sponsor MotoGP di Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Menurut Hery, event olahraga berskala internasional tersebut memberikan dampak ekonomi yang meluas karena melibatkan berbagai pelaku usaha di sekitar lokasi penyelenggaraan.
“MotorGP itu setiap tahun diadakan di Lombok, Mandalika. Ini juga menggerakkan ekonomi, dari transportasinya, makan-minumnya dan lain-lain,” katanya.
Hery mengungkapkan, berdasarkan penghitungan nilai ekonomi penyelenggaraan MotoGP 2025, perputaran ekonomi yang tercipta mencapai sekitar Rp10,5 miliar. Nilai tersebut berasal dari pembelian tiket, merchandise, makanan, minuman, transportasi, hingga iklan.
“Kalau kita hitung ekonomi value dari MotoGP 2025 itu sekitar Rp10,5 miliar. Cukup besar. Itu terdiri dari pembelian tiket, pembelian merchandise, makan, minum, transportasi dan sebagainya, termasuk iklan-iklan,” jelasnya.
Meski demikian, BRI belum secara khusus mencatat persentase kontribusi UMKM terhadap keseluruhan nilai ekonomi yang dihasilkan dari penyelenggaraan MotoGP tersebut.
Sepak Bola Perluas Peluang UMKM di Daerah
Selain MotoGP, dukungan BRI terhadap industri olahraga dilakukan melalui kompetisi sepak bola. Hery mengatakan sepak bola memiliki basis penonton yang luas dan tersebar di berbagai daerah sehingga berpotensi memperkuat ekosistem ekonomi lokal.
“Kalau bola itu jelas memang penonton sepak bola masyarakatnya banyak dan luas. Ini juga bagus untuk menaikkan branding di daerah-daerah,” ujarnya.
Menurut Hery, kompetisi sepak bola tidak hanya berlangsung di Jakarta, tetapi juga digelar di berbagai daerah. Mobilitas pertandingan tersebut menciptakan peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk mengembangkan usaha di sekitar lokasi pertandingan.
Event dengan jumlah penonton yang besar dapat meningkatkan permintaan terhadap produk dan jasa lokal. Pelaku usaha dapat menawarkan makanan, minuman, merchandise, serta produk dan layanan lain yang dibutuhkan masyarakat selama pertandingan berlangsung.
BRI Buka Peluang Pembiayaan bagi Pelaku Usaha
Hery mengatakan dukungan BRI terhadap olahraga tidak berhenti pada sponsorship. Pelaku usaha yang berkembang dari aktivitas event olahraga juga berpeluang memperoleh akses pembiayaan untuk memperkuat kapasitas bisnisnya.
“Kalau mereka bisa melakukan bisnis dan mereka butuh pembiayaan, kita juga bisa kasih. Jadi memang programnya seperti itu,” kata Hery.
Hal serupa terlihat dalam penyelenggaraan MotoGP di Mandalika. Selama event berlangsung, sejumlah pelaku UMKM turut meramaikan kawasan sekitar lokasi pertandingan dengan menawarkan berbagai produk dan jasa kepada masyarakat serta wisatawan.
Hery menyampaikan, pengembangan ekosistem olahraga ke depan perlu melibatkan lebih banyak unsur, termasuk sektor perbankan dan UMKM. Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dinilai penting agar manfaat industri olahraga dapat dirasakan lebih luas.
ISS 2026 yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga di JICC menjadi ruang kolaborasi bagi berbagai pemangku kepentingan olahraga. Forum tersebut membahas pengembangan ekosistem, inovasi, dan industri olahraga Indonesia agar semakin maju dan berdaya saing global.
Hery mengapresiasi penyelenggaraan ISS sebagai forum yang membuka pembahasan mengenai masa depan olahraga Indonesia. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak unsur dalam ekosistem olahraga.
“Ini tidak ada di Indonesia yang mengadakan seperti ini, Sport Summit dan juga pameran-pameran. Saya tadi melihat pamerannya banyak sekali. Mudah-mudahan tahun ke tahun semakin baik,” ujarnya.
Menurut Hery, ekosistem olahraga tidak hanya mencakup atlet dan pertandingan, tetapi juga pembiayaan, industri, pariwisata, perdagangan, dan masyarakat. Karena itu, keterlibatan sektor perbankan, dunia usaha, UMKM, pemerintah, federasi olahraga, dan masyarakat perlu diperkuat.
Penguatan ekosistem tersebut diharapkan menjadikan olahraga sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional. Dengan dukungan investasi, pembiayaan, penyelenggaraan event berkelanjutan, serta keterlibatan UMKM, event olahraga dapat menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat di berbagai daerah.


















