Headline.co.id, Kotawaringin Barat ~ Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Pemkab Kobar), Kalimantan Tengah, memperkuat penanganan bencana bersama dunia usaha melalui dukungan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak kebakaran. Bantuan dari PT Korintiga Hutani diserahkan ke Posko Induk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat di Pangkalan Bun pada Rabu, 9 September 2026. Bantuan tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pokok warga terdampak sekaligus mendukung operasional petugas dan relawan di lapangan. Kolaborasi ini dilakukan karena penanganan bencana membutuhkan dukungan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Bantuan yang disalurkan PT Korintiga Hutani terdiri atas beras sebanyak 1.000 kilogram, masker 100 kotak, sarden 25 dus, mi instan 100 dus, serta air mineral gelas sebanyak 150 dus. Seluruh bantuan disiagakan di Posko Induk BPBD untuk segera didistribusikan sesuai kebutuhan penanganan bencana kebakaran di wilayah setempat.
Bantuan untuk Warga Terdampak Kebakaran
Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah menyampaikan apresiasi kepada PT Korintiga Hutani atas kepedulian yang diberikan kepada masyarakat. Menurut dia, bantuan tersebut memiliki arti penting bagi warga yang sedang menghadapi dampak bencana kebakaran.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PT Korintiga Hutani atas kepedulian dan bantuan yang diberikan. Bantuan ini tentu sangat berarti bagi masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana kebakaran,” kata Nurhidayah, Rabu (9/9/2026).
Penyerahan bantuan ke Posko Induk BPBD menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat dipenuhi. Selain untuk warga, bantuan tersebut juga diarahkan untuk mendukung petugas serta relawan yang menjalankan penanganan di lapangan.
Beras, sarden, mi instan, dan air mineral disiapkan sebagai kebutuhan pokok. Sementara itu, masker menjadi bagian dari bantuan yang disalurkan dalam rangka mendukung kebutuhan masyarakat dan petugas selama kondisi darurat bencana.
Penanganan Bencana Membutuhkan Gotong Royong
Pemkab Kobar menegaskan bahwa penanganan bencana tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Dukungan dari berbagai elemen, termasuk dunia usaha, dinilai diperlukan agar penanganan kondisi darurat berjalan lebih cepat dan kebutuhan masyarakat terdampak segera terpenuhi.
Nurhidayah mengatakan, keterlibatan dunia usaha merupakan bagian dari semangat gotong royong dalam menghadapi bencana. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat respons pemerintah terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“Semangat gotong royong seperti ini sangat kami harapkan. Ketika pemerintah, dunia usaha dan masyarakat bersama-sama bergerak, penanganan bencana dapat dilakukan dengan lebih cepat dan kebutuhan masyarakat terdampak bisa segera terpenuhi,” kata Nurhidayah di Pangkalan Bun, Rabu (9/9/2026).
Pernyataan tersebut menekankan pentingnya kerja bersama dalam penanganan bencana. Pemerintah daerah tidak hanya berperan dalam mengoordinasikan penanganan, tetapi juga memastikan bantuan yang diterima dapat disalurkan kepada pihak yang membutuhkan.
Posko BPBD Jadi Titik Distribusi Bantuan
Posko Induk BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat menjadi titik penyiagaan bantuan kemanusiaan dari PT Korintiga Hutani. Dari posko tersebut, bantuan akan didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan pokok warga terdampak kebakaran serta menunjang pelaksanaan tugas petugas dan relawan.
Penempatan bantuan di posko juga mendukung koordinasi dalam penanganan bencana. Dengan adanya titik penyiagaan, kebutuhan bantuan dapat diarahkan untuk mendukung masyarakat terdampak dan kegiatan penanganan di lapangan.
Pemkab Kobar berharap sinergi dengan pelaku usaha dapat terus mendukung penanganan kondisi darurat secara efektif. Kolaborasi pemerintah daerah dan dunia usaha juga diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana kebakaran.
Melalui dukungan tersebut, penanganan bencana di Kabupaten Kotawaringin Barat diarahkan tidak hanya pada pemenuhan bantuan, tetapi juga pada penguatan kerja sama antarelemen. Pemerintah, dunia usaha, petugas, relawan, dan masyarakat diharapkan dapat bergerak bersama sesuai kebutuhan penanganan di lapangan.


















