Pencarian delapan orang yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau terus dilakukan pada Jumat (11/09/2026). Basarnas mengerahkan 13 kapal yang dibagi ke dalam empat sektor untuk menyisir wilayah perairan lokasi pencarian. Delapan orang yang dicari terdiri atas lima jurnalis dan tiga awak kapal yang dilaporkan hilang saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau. Operasi tersebut dilakukan melalui sinergi Basarnas, TNI AL, Polri, BPBD, Polda Banten, serta unsur pendukung lainnya.
Di tengah pencarian, Polda Metro Jaya bersama wartawan Forum Wartawan Polri (FWP) Polda Metro Jaya menggelar shalat Jumat dan doa bersama di Aula Satyahaprabu Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Jakarta.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pencarian 8 Korban Erupsi Gunung Anak Krakatau Berlanjut
Doa bersama itu diinisiasi Ditreskrimum Polda Metro Jaya sebagai bentuk ikhtiar untuk mendoakan keselamatan delapan orang yang masih dalam pencarian. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, seluruh pihak berharap para korban segera ditemukan dalam keadaan selamat.
“Kita sama-sama mendoakan semoga delapan orang, di mana lima di antaranya adalah rekan-rekan jurnalis dan tiga awak kapal, segera ditemukan dalam kondisi selamat,” kata Budi saat ditemui di Aula Satyahaprabu Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jumat (11/09/2026).
Budi juga mengapresiasi berbagai pihak yang terus terlibat dalam operasi pencarian. Menurut dia, sinergi dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan SAR Nasional (Basarnas), Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal), Polda Banten, hingga insan pers.
Operasi pencarian pada Jumat tersebut memasuki hari keempat. Sebanyak 13 kapal dikerahkan untuk menyisir wilayah perairan yang menjadi lokasi pencarian dan dibagi ke dalam empat sektor.
Basarnas Kerahkan 13 Kapal dalam Empat Sektor
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan, unsur yang terlibat dalam pencarian tidak hanya berasal dari Basarnas. Kapal milik TNI AL, Polri, serta unsur pendukung lainnya juga dikerahkan dalam operasi tersebut.
“Untuk hari ini, kami menggerakkan 13 alutsista yang terbagi dalam empat sektor,” kata Amrad di Pos SAR Marina Carita, Pandeglang, Banten, Jumat (11/09/2026).
Pengerahan armada tersebut dilakukan untuk memperluas penyisiran di wilayah perairan yang menjadi lokasi hilangnya lima jurnalis dan tiga awak kapal. Hingga pencarian hari keempat, delapan orang itu masih belum ditemukan.
Upaya pencarian berjalan bersamaan dengan dukungan moril melalui doa bersama yang digelar Polda Metro Jaya dan FWP Polda Metro Jaya. Kegiatan tersebut secara khusus ditujukan bagi para jurnalis dan awak kapal yang masih dicari.
Doa untuk Jurnalis dan Awak Kapal
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Iman Imanuddin berharap operasi pencarian segera membuahkan hasil. Ia juga menyampaikan doa agar keluarga para korban diberi kesabaran dan kekuatan dalam menghadapi situasi tersebut.
“Harapan kita semuanya, saudara-saudara kita yang saat ini belum ditemukan bisa segera ditemukan dalam keadaan yang selamat dan sehat. Kemudian, keluarganya juga diberikan kesabaran dan kekuatan dalam menjalani cobaan ini,” ujar Iman.
Doa bersama dipimpin Ustadz Jauhari Akbar. Dalam kegiatan itu, Surat Al-Fatihah dan doa keselamatan dibacakan secara khusus bagi delapan orang yang masih dalam pencarian.
“Al-Fatihah ini kita khususkan untuk delapan awak kapal, yang mana lima di antaranya adalah teman-teman jurnalis kita. Mudah-mudahan, dengan doa kita ini cepat ditemukan dan dalam keadaan sehat wal afiat,” tutur Jauhari saat memimpin doa.
Doa dan operasi pencarian terus dilakukan secara beriringan. Seluruh pihak berharap delapan orang yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau dapat segera ditemukan dan kembali kepada keluarga dalam keadaan selamat.


















