Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) meningkatkan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Melalui Balai Wilayah Sungai Kalimantan II, Kementerian PU memanfaatkan saluran tersier di Desa Bentuk Jaya A5 untuk memasok air ke area terdampak kebakaran. Langkah ini dilakukan akhir pekan lalu guna mencegah meluasnya kebakaran yang telah membakar sekitar 400 hektare lahan.
Ketersediaan air menjadi penting dalam usaha penanggulangan karhutla, terutama di tengah kondisi cuaca panas. Untuk itu, BWS Kalimantan II mengoperasikan empat pompa portabel dan melibatkan 30 personel guna mendukung pengaliran air, memantau, dan mengoordinasikan penanggulangan di lapangan.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa infrastruktur sumber daya air harus dapat dimanfaatkan optimal dalam mendukung penanganan kondisi darurat. “Kementerian PU tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan infrastruktur tersebut mendukung penanggulangan bencana dan melindungi lingkungan,” kata Menteri Dody.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pemanfaatan saluran tersier sebagai sumber air berfungsi untuk mendekatkan suplai air ke lokasi kebakaran. Ini adalah bagian dari kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi kering selama musim kemarau dan potensi peningkatan risiko karhutla.
Dukungan di lokasi ini merupakan bagian dari rangkaian upaya yang dilakukan Kementerian PU di kawasan Dadahup. Langkah serupa dilakukan di Tanah Restan B4 dan Desa Dadahup pada Agustus, serta di Desa Petak Batuah A2 awal September lalu.
Kesiapsiagaan BWS Kalimantan II menjadi kunci dalam mengoptimalkan sumber daya untuk menghadapi situasi darurat. Koordinasi terus dilakukan dengan instansi terkait untuk membantu melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak kebakaran, serta memastikan infrastruktur air memberikan manfaat optimal.


















