Headline.co.id, Jakarta ~ Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) mengambil langkah proaktif dalam membantu pemulihan psikologis anak-anak pascagempa bumi yang melanda wilayah tersebut. Melalui Operasi Aman Nusa II, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Ngada mengadakan kegiatan trauma healing bagi siswa SD Negeri Rada di Desa Rada, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada. Kegiatan ini dipimpin oleh Kasat Lantas Polres Ngada, Iptu Yosef Tote, yang bersama timnya menggunakan pendekatan humanis untuk menghibur anak-anak yang masih diliputi ketakutan.
Dalam kegiatan tersebut, para personel kepolisian berinteraksi hangat dengan anak-anak, mengajak mereka bernyanyi bersama, memberikan motivasi, serta membagikan perlengkapan alat tulis dan buku. Suasana semakin ceria ketika anak-anak diajak berkeliling kota menggunakan kendaraan dinas roda empat dan sepeda motor patroli milik Satlantas. Langkah ini terbukti efektif dalam mengembalikan keceriaan dan membantu anak-anak melupakan trauma akibat gempa.
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, menjelaskan bahwa pendampingan psikologis ini merupakan bagian dari upaya komprehensif kepolisian dalam penanganan bencana darurat. “Polda Nusa Tenggara Timur menerjunkan beberapa satgas untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa. Mulai dari pendataan, memberikan bantuan sosial, hingga pembersihan di tempat ibadah dan sekolah,” ujar Kombes Pol Henry pada Minggu, 6 September 2026.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Lebih lanjut, Kombes Pol Henry menekankan bahwa personel Polda NTT juga dikerahkan untuk membersihkan puing-puing di area sekolah terdampak. Hal ini diprioritaskan agar fasilitas pendidikan dapat segera digunakan kembali untuk aktivitas belajar mengajar secara normal. Upaya ini menunjukkan komitmen kepolisian dalam mendukung pemulihan masyarakat pascagempa di NTT.





















