Headline.co.id, Jakarta ~ Sebanyak 1.626 mahasiswa Universitas Katolik (Unika) Santu Paulus Ruteng terdampak gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut. Pemerintah berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada para mahasiswa yang terkena dampak bencana ini. Gempa yang terjadi pada awal September 2026 ini telah menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas kampus dan asrama mahasiswa.
Menurut laporan dari pihak universitas, gempa tersebut tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengganggu proses belajar mengajar. “Kami sedang berupaya untuk memulihkan kondisi kampus agar kegiatan akademik dapat kembali berjalan normal,” ujar Rektor Unika Santu Paulus Ruteng. Pemerintah daerah setempat telah berkoordinasi dengan pihak universitas untuk menilai kerusakan dan kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi.
Sebagai langkah awal, pemerintah telah menyiapkan bantuan logistik dan akomodasi sementara bagi mahasiswa yang kehilangan tempat tinggal akibat gempa. Selain itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga berencana untuk memberikan bantuan dana guna memperbaiki fasilitas yang rusak. “Kami memahami betapa pentingnya pendidikan bagi generasi muda, oleh karena itu kami akan memastikan bahwa para mahasiswa dapat melanjutkan studi mereka tanpa hambatan,” kata seorang pejabat dari kementerian tersebut.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ke depan, pemerintah dan pihak universitas akan terus memantau perkembangan situasi dan berupaya untuk mempercepat proses pemulihan. Diharapkan, dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, para mahasiswa dapat segera kembali ke aktivitas akademik mereka dengan aman dan nyaman.


















