Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengambil langkah strategis dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Pada Sabtu, 5 September 2026, KLHK mengumumkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai upaya untuk memadamkan api dan mencegah penyebaran lebih lanjut. Langkah ini diambil setelah kebakaran yang terjadi mengancam ekosistem dan kualitas udara di wilayah tersebut.
Operasi modifikasi cuaca ini dilakukan bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tujuan utama dari operasi ini adalah untuk meningkatkan curah hujan di daerah yang terkena dampak kebakaran. Dengan demikian, diharapkan dapat membantu memadamkan api yang masih berkobar di beberapa titik.
Menurut Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Ruandha Agung Sugardiman, operasi ini akan berlangsung selama beberapa hari ke depan. “Kami berharap dengan adanya hujan buatan ini, kebakaran dapat segera teratasi dan dampak buruknya terhadap lingkungan dapat diminimalisir,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang pemerintah dalam mengatasi masalah karhutla yang kerap terjadi setiap tahun.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain itu, KLHK juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti pembakaran lahan. Pemerintah daerah setempat juga diminta untuk meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan. Dengan sinergi pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, diharapkan masalah karhutla dapat ditangani dengan lebih efektif dan berkelanjutan.


















