Headline.co.id, Jakarta ~ Pada pertemuan ASEAN yang berlangsung baru-baru ini, Indonesia mengusulkan tiga prioritas utama dalam upaya meningkatkan perlindungan bagi pekerja migran di kawasan tersebut. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari negara-negara anggota ASEAN dan bertujuan untuk memperkuat kerjasama regional dalam melindungi hak-hak pekerja migran. Indonesia menekankan pentingnya perlindungan yang lebih baik bagi pekerja migran, mengingat kontribusi signifikan mereka terhadap perekonomian negara-negara ASEAN.
Prioritas pertama yang diusulkan oleh Indonesia adalah peningkatan akses terhadap informasi dan layanan bagi pekerja migran. Hal ini dianggap penting untuk memastikan bahwa pekerja migran memiliki pengetahuan yang memadai mengenai hak-hak mereka dan dapat mengakses layanan yang diperlukan selama bekerja di luar negeri. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk bekerja sama dengan negara-negara ASEAN lainnya dalam menyediakan informasi yang akurat dan mudah diakses bagi para pekerja migran.
Kedua, Indonesia menyoroti perlunya peningkatan kerjasama dalam penegakan hukum untuk melindungi pekerja migran dari eksploitasi dan penyalahgunaan. Dalam hal ini, Indonesia mendorong negara-negara anggota ASEAN untuk memperkuat mekanisme penegakan hukum dan memastikan bahwa pelanggaran terhadap hak-hak pekerja migran ditindak tegas. Kerjasama lintas batas diharapkan dapat meminimalkan risiko yang dihadapi oleh pekerja migran dan memastikan bahwa mereka dapat bekerja dalam kondisi yang aman dan adil.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Terakhir, Indonesia mengusulkan pengembangan program pelatihan dan peningkatan keterampilan bagi pekerja migran. Program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing pekerja migran di pasar tenaga kerja internasional dan memastikan bahwa mereka memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri. Pemerintah Indonesia berharap bahwa dengan adanya program pelatihan ini, pekerja migran dapat memperoleh pekerjaan yang lebih baik dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian negara asal dan negara tujuan.




















