Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Provinsi Riau terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyiapkan sembilan ton garam untuk operasi modifikasi cuaca (OMC). Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi menghadapi musim kemarau yang berpotensi memperburuk kondisi kebakaran di wilayah tersebut. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger, menyatakan bahwa persiapan ini merupakan bagian dari strategi pencegahan yang lebih luas.
Edwar menjelaskan bahwa operasi modifikasi cuaca ini bertujuan untuk meningkatkan curah hujan di daerah-daerah rawan kebakaran. “Kami telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menentukan waktu yang tepat dalam pelaksanaan OMC,” ujarnya. Dengan adanya tambahan curah hujan, diharapkan dapat mengurangi risiko kebakaran yang sering terjadi di lahan gambut.
Selain itu, Pemprov Riau juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri, untuk melakukan patroli rutin di daerah-daerah yang rawan karhutla. Patroli ini bertujuan untuk mendeteksi dini titik api dan mencegah penyebaran kebakaran. “Kami juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan melaporkan jika menemukan titik api,” tambah Edwar.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Langkah-langkah ini diambil seiring dengan meningkatnya kasus kebakaran hutan dan lahan di Riau. Hingga saat ini, pihak kepolisian telah menetapkan 35 tersangka terkait kasus karhutla, dan penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan korporasi. Dengan persiapan yang matang dan kerja sama berbagai pihak, diharapkan ancaman karhutla di Riau dapat diminimalisir.














