Headline.co.id, Kutai Timur ~ Dalam upaya meningkatkan keselamatan berkendara, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kutai Timur (Kutim) mengadakan kegiatan sosialisasi dan praktik safety riding serta coaching clinic ujian Surat Izin Mengemudi (SIM) C bagi prajurit TNI Angkatan Darat. Acara ini berlangsung di Kantor Subdenpom VI/1-3/Sgt, Kompleks Perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta, pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Kasat Lantas Polres Kutim, AKP Rezky Nur Harismeihendra, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan berkendara di kalangan prajurit TNI. “Keselamatan berlalu lintas harus menjadi perhatian bersama. Melalui kegiatan ini, kami memberikan pemahaman mulai dari aturan lalu lintas, fungsi rambu-rambu, etika berkendara hingga teknik melewati lintasan ujian praktik SIM C,” ujar AKP Rezky.
Dalam pelatihan tersebut, personel Satlantas memberikan penjelasan mengenai tata cara berkendara yang aman dan bertanggung jawab. Peserta juga dibekali dengan teknik pengereman, menjaga jarak aman, manuver, serta cara mengantisipasi kondisi yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. Selain teori, peserta mengikuti praktik safety riding yang dipandu oleh personel Satlantas, memberikan pengalaman langsung agar dapat menerapkan pengetahuan tersebut di jalan raya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kapten CPM Ivan Ismail Putra, Dansubdenpom VI/1-3/Sgt, menegaskan pentingnya pembekalan ini karena keselamatan berkendara merupakan bagian dari kedisiplinan prajurit. “Safety riding ini merupakan salah satu upaya meningkatkan kesadaran, kedisiplinan, pengetahuan, dan keterampilan dalam berkendara secara aman dan bertanggung jawab,” katanya. Ia menambahkan bahwa keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab semua pengguna jalan, termasuk prajurit TNI yang harus menjadi teladan dalam disiplin berlalu lintas.
Selain sosialisasi safety riding, Satlantas Polres Kutim juga mengadakan coaching clinic ujian SIM bagi prajurit TNI AD. Materi yang disampaikan meliputi aturan lalu lintas, fungsi rambu-rambu, serta etika berkendara di jalan raya. Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan prajurit TNI dapat menerapkan pengetahuan tersebut dalam aktivitas berkendara sehari-hari, sehingga dapat mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.



















