Headline.co.id, Jakarta ~ 20 Agustus 2026 — Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan pentingnya mempersiapkan talenta pariwisata Indonesia agar mampu bersaing di pasar kerja global. Hal ini disampaikan dalam Kuliah Umum Bersama Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 yang berlangsung secara hibrida dari Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok pada Selasa, 18 Agustus 2026. Acara ini mengusung tema “Beyond Borders: Empowering Indonesia’s Future Tourism Professionals for Global Careers”.
Dalam kuliah umum tersebut, Menpar Widiyanti menyoroti peluang besar bagi tenaga kerja profesional di sektor perhotelan dan pariwisata, terutama di negara-negara maju seperti Eropa, Jepang, dan Korea Selatan yang tengah menghadapi era aging population. “Ini adalah peluang emas bagi kalian, generasi penerus bangsa,” ujarnya kepada ribuan mahasiswa dari enam Poltekpar dan dua Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di bawah Kementerian Pariwisata.
Menpar Widiyanti menekankan bahwa terbukanya pasar kerja internasional harus dimanfaatkan oleh lulusan Poltekpar. Namun, ia mengingatkan bahwa kesiapan kompetensi, kemampuan berbahasa asing, profesionalisme, dan pemahaman mengenai tata cara bekerja secara legal dan aman di luar negeri sangat diperlukan. “Peluang global harus diiringi dengan kesiapan kompetensi,” tambahnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Untuk mendukung kesiapan tersebut, Kementerian Pariwisata berkomitmen memperkuat pendidikan vokasi pariwisata. Langkah ini mencakup pengembangan kurikulum adaptif, peningkatan kompetensi dosen, sertifikasi profesi, serta perluasan kerja sama internasional. Selain itu, lebih banyak kesempatan magang dan penempatan kerja bagi lulusan Poltekpar juga akan dibuka. “Kami berharap dari Poltekpar akan lahir General Manager hotel internasional, Executive Chef, hingga pemimpin industri pariwisata dunia dari Indonesia,” kata Menpar Widiyanti.
Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji menambahkan bahwa peningkatan daya saing lulusan harus diiringi dengan pemahaman mengenai perlindungan tenaga kerja. “Kami ingin mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan pemahaman mendalam tentang hak-hak mereka sebagai pekerja migran,” jelasnya. Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan KP2MI untuk memastikan perlindungan tenaga kerja Indonesia.
Kuliah umum ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai sektor, termasuk Direktur Penempatan Pemerintah KemenP2MI Dra. Dyah Rejekiningrum, M.M., dan Human Resources Development Expert dari Japan International Cooperation Agency (JICA) Yoshiko Maruyama. Mereka memaparkan aspek penting yang harus dipahami mahasiswa sebelum memasuki pasar kerja internasional, seperti program penempatan pekerja migran dan peluang magang di Jepang.
Melalui penguatan kompetensi, karakter, jejaring internasional, serta pemahaman mengenai perlindungan tenaga kerja, Kementerian Pariwisata berharap Poltekpar dapat terus melahirkan talenta unggul yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global. Ini merupakan bagian dari upaya membangun sektor pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan.



















