Headline.co.id ~ Polda Sumatera Selatan melalui Polres OKU Selatan mengedukasi sekitar 300 warga untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kegiatan melalui program Polisi Berbagi Ilmu (PBI) itu digelar pada Rabu (30/9/2026) di 14 lokasi di wilayah Kabupaten OKU Selatan. Edukasi dilakukan karena masih ditemukan kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar, sementara personel kepolisian mengajak masyarakat memahami bahaya karhutla dan berperan aktif menjaga lingkungan.
Melalui program tersebut, Polda Sumsel dan Polres OKU Selatan menyampaikan informasi mengenai bahaya serta dampak karhutla, termasuk mekanisme penyampaian informasi kepada kepolisian. Pertemuan langsung itu juga menjadi ruang komunikasi dua arah bagi warga untuk bertanya dan menyampaikan persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing.
Edukasi karhutla melalui Polisi Berbagi Ilmu
Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana, S.H., S.I.K., M.I.K., mengatakan Polisi Berbagi Ilmu dirancang untuk mendekatkan pelayanan dan pengetahuan kepolisian kepada masyarakat. Program itu juga diarahkan untuk membangun kepedulian warga terhadap ancaman karhutla.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Kami ingin masyarakat memahami bahaya membuka lahan dengan cara membakar dan ikut berperan dalam mencegah karhutla. Melalui Polisi Berbagi Ilmu, anggota hadir untuk memberikan pemahaman, mendengar persoalan warga, serta mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan,” ujar Kapolres.
Menurut dia, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan masyarakat. Karena itu, kegiatan tersebut dilaksanakan secara berkelanjutan agar hubungan polisi dan warga semakin dekat sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai peran yang dapat dilakukan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Menjaga keamanan dan mencegah karhutla membutuhkan kepedulian bersama. Karena itu, kegiatan ini kami laksanakan secara berkelanjutan agar hubungan polisi dengan masyarakat semakin dekat dan warga semakin memahami peran yang dapat dilakukan untuk menjaga lingkungannya,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, personel tidak hanya menyampaikan materi secara satu arah. Warga diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan menyampaikan kondisi di wilayah masing-masing, termasuk mengenai persoalan yang berkaitan dengan lingkungan dan pencegahan karhutla.
Materi mencakup layanan kepolisian dan keselamatan
Program yang diinisiasi Kapolres OKU Selatan itu melibatkan satuan fungsi operasional dan Polsek jajaran. Selain materi pencegahan karhutla, personel memberikan edukasi mengenai layanan kepolisian, pencegahan tindak pidana, bahaya narkoba, keselamatan berlalu lintas, serta penggunaan media sosial secara aman dan bijak.
Kabid Humas Polda Sumsel menegaskan, pendekatan edukatif merupakan bagian dari upaya memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan dan lingkungan. Menurutnya, kehadiran kepolisian harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kehadiran Polri harus memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat, termasuk melalui pengetahuan untuk mencegah karhutla. Polisi Berbagi Ilmu menjadi sarana membangun kesadaran dan kerja sama dengan warga agar kepedulian terhadap lingkungan tumbuh menjadi tindakan nyata,” ujarnya.
Penyampaian informasi mengenai cara mencegah dan menangani karhutla diharapkan membuat warga lebih memahami risiko pembukaan lahan dengan cara membakar. Selain itu, masyarakat juga memperoleh informasi mengenai saluran komunikasi dengan kepolisian apabila menemukan persoalan di lingkungannya.
PBI dijadwalkan berlangsung setiap Rabu
Kegiatan Polisi Berbagi Ilmu dijadwalkan berlangsung setiap Rabu. Program tersebut menjadi bagian dari DEKAT, yang merupakan akronim dari Dedikasi, Etika, Kolaborasi, Aksi, dan Terpercaya.
Pelaksanaan secara berkesinambungan diharapkan dapat memperkuat pemahaman serta partisipasi masyarakat dalam menjaga wilayahnya. Melalui kegiatan itu, polisi tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga mendengar persoalan warga dan membangun kerja sama dalam menjaga keamanan serta lingkungan.
Program tersebut juga menjadi bagian dari semangat Kapolda Sumsel, “Sudahkah Anda Berbuat Baik Hari Ini?” Semangat itu diwujudkan melalui kehadiran personel, berbagi pengetahuan, dan ajakan kepada masyarakat untuk mencegah karhutla sejak dini.
Dalam semangat “Nyago Bumi Sriwijaya 24/7”, Polda Sumsel terus membangun kepedulian bersama untuk melindungi lingkungan dan keselamatan warga sebagai wujud Polri untuk masyarakat.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.





















