Headline.co.id, Jakarta ~ (Kemenag) — Kementerian Agama berupaya memperkuat komunikasi publik Kantor Urusan Agama (KUA) agar layanan keagamaan lebih mudah diakses dan dipahami oleh masyarakat. Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan Humas KUA Level Up yang melibatkan penghulu, penyuluh agama, dan insan humas KUA dari seluruh Indonesia pada Kamis (20/8/2026).
Thobib Al-Asyhar, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama, menegaskan bahwa KUA memiliki peran strategis sebagai unit layanan terdepan Kementerian Agama yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. “KUA adalah wajah paling depan Kementerian Agama. Seberapa bagus dan seberapa baik tampilan KUA, itulah Kementerian Agama,” ujarnya.
Thobib menekankan pentingnya memperkuat kedekatan KUA dengan masyarakat melalui komunikasi publik yang efektif. Masyarakat tidak hanya perlu mengetahui keberadaan layanan KUA, tetapi juga memahami jenis layanan yang tersedia, cara mengaksesnya, serta manfaat yang bisa diperoleh. “Reputasi berbasis pada hal yang nyata. Sesuatu yang bagus, kita ceritakan dengan yang bagus,” tambahnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Saat ini, KUA menawarkan berbagai layanan yang lebih luas, tidak terbatas pada urusan pernikahan. Layanan tersebut meliputi bimbingan perkawinan dan keluarga sakinah, kemasjidan, konsultasi syariah, penerangan agama Islam, zakat dan wakaf, serta pengelolaan data keagamaan dan deteksi dini potensi konflik keagamaan. Oleh karena itu, penghulu, penyuluh, dan insan humas KUA didorong untuk mengangkat praktik baik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat melalui berbagai kanal komunikasi.
Thobib juga menyoroti pentingnya kolaborasi KUA, Kantor Wilayah Kementerian Agama, dan pusat dalam memperkuat komunikasi publik. Cerita dan praktik baik yang ditemukan di tingkat KUA dapat diperkuat di tingkat wilayah dan disebarluaskan melalui kanal komunikasi Kementerian Agama. Dengan penguatan ini, Kemenag berharap masyarakat semakin mudah mendapatkan informasi layanan keagamaan dan merasakan kehadiran nyata KUA dalam kehidupan sehari-hari.

















