Headline.co.id, Badan Meteorologi ~ Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa aktivitas gempa susulan di Nusa Tenggara Timur (NTT) pasca gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Gempa utama yang terjadi pada tanggal 14 Agustus 2026 ini mengguncang wilayah tersebut dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat.
Menurut Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, hingga saat ini, pihaknya masih terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah tersebut. “Kami mencatat adanya beberapa gempa susulan, namun belum ada tanda-tanda penurunan yang signifikan,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat, 14 Agustus 2026. Dwikorita menambahkan bahwa masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.
BMKG juga telah mengerahkan tim untuk melakukan pemantauan lebih lanjut dan memastikan bahwa informasi terkait gempa susulan dapat disampaikan dengan cepat dan akurat kepada masyarakat. “Kami berkomitmen untuk memberikan informasi yang tepat waktu agar masyarakat dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keselamatan mereka,” tambah Dwikorita.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sementara itu, pemerintah daerah setempat telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kesiapan dalam menghadapi kemungkinan gempa susulan yang lebih besar. Langkah-langkah mitigasi bencana terus dilakukan, termasuk penyediaan tempat penampungan sementara dan distribusi bantuan bagi warga yang terdampak. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan selalu memperhatikan informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait lainnya.




















