Headline.co.id, Surabaya ~ Sebanyak 647 pendonor darah sukarela di Jawa Timur menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa setelah masing-masing mendonorkan darah sebanyak 75 kali. Penghargaan itu diserahkan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (1/10/2026), sebagai apresiasi atas konsistensi mereka dalam mendukung ketersediaan darah bagi masyarakat. Penganugerahan tersebut dilakukan karena donor darah sukarela dinilai memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan darah yang mencapai sekitar 908.889 kantong per tahun di Jawa Timur.
Para pendonor dinilai menunjukkan kepedulian dan komitmen kemanusiaan melalui kegiatan donor darah yang dilakukan secara rutin dan sukarela. Konsistensi tersebut menjadi salah satu penopang keberlanjutan ketersediaan darah bagi masyarakat, terutama karena pendonor tidak mengetahui siapa yang nantinya akan menerima darah yang mereka berikan.
Gubernur Jatim Apresiasi Konsistensi Pendonor Darah
Gubernur Khofifah menyampaikan terima kasih kepada para pendonor yang terus mendonorkan darah secara konsisten. Ia menilai donor darah memiliki nilai kemanusiaan yang tinggi karena dilakukan tanpa mengetahui penerima manfaat dari darah yang disumbangkan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Yang panjenengan tidak tahu adalah siapa yang akan menerima darah yang panjenengan donorkan. Jadi kalau ada keikhlasan lahir batin, maka para pendonor darah-lah sesungguhnya yang memiliki keikhlasan lahir batin yang luar biasa,” kata Khofifah.
Selain memberikan penghargaan, Khofifah mendorong perluasan basis pendonor darah sukarela melalui keterlibatan Palang Merah Remaja (PMR) dan Pramuka. Menurut dia, kedua organisasi tersebut memiliki basis kegiatan sosial dan kemanusiaan yang strategis untuk menumbuhkan kepedulian sejak usia muda.
“Pada dasarnya menjadi media yang sangat strategis untuk membangun ke-Nusantara-an, keindonesiaan, persatuan, dan kesatuan. Dan kalau itu bisa memberseiringi kepramukaan dengan PMR, Palang Merah Remaja, ini skalanya bisa sangat massif,” katanya.
Kebutuhan Darah Jatim Capai 908.889 Kantong per Tahun
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur Imam Utomo mengatakan, kebutuhan darah di Jawa Timur mencapai sekitar 908.889 kantong dalam setahun. Besarnya kebutuhan tersebut menunjukkan pentingnya keberadaan pendonor sukarela yang rutin menyumbangkan darah.
Menurut Imam, kontribusi terbesar terhadap ketersediaan darah berasal dari pendonor yang melakukan donor setiap dua setengah hingga tiga bulan sekali. Ia menyampaikan penghormatan kepada para pendonor yang menjaga konsistensi tersebut.
“Yang paling banyak memberikan kontribusi adalah para pendonor yang secara rutin mendonorkan darahnya setiap dua setengah hingga tiga bulan sekali. Beliau-beliau inilah yang sangat saya hormati,” tuturnya.
Khusus di Surabaya, rata-rata sekitar 400 orang mendonorkan darah setiap hari. Jumlah itu setara dengan sekitar 12 ribu pendonor dalam satu bulan.
PMI Dorong Pembentukan UDD Surabaya 2
Untuk memperkuat layanan donor darah di Surabaya, PMI mendorong pembentukan PMI Surabaya 2 sebagai Unit Donor Darah (UDD). Pengembangan UDD tersebut sekaligus diarahkan untuk memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).
Imam menjelaskan, pembentukan UDD baru membutuhkan proses perizinan yang cukup panjang apabila seluruh fasilitas dibangun secara mandiri. Karena itu, pengembangan PMI Surabaya 2 juga berkaitan dengan upaya memenuhi ketentuan perizinan dan standar layanan yang diperlukan.
“Dengan demikian, nantinya akan ada Surabaya 2, izin untuk UDD yang sekarang, kalau memungkinkan, sekaligus diarahkan untuk memenuhi standar CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). Kalau saya mendirikan sendiri, mungkin prosesnya cukup lama, bahkan bisa membutuhkan waktu sekitar tiga tahun sampai mendapatkan izin,” jelasnya.
Ribuan Pendonor Raih Penghargaan Donor Darah
Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sosial PMI Provinsi Jawa Timur Dr. H. Harsono mengatakan, penganugerahan tersebut merupakan program rutin PMI Jawa Timur. Program itu diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada pendonor darah sukarela yang telah berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan.
Harsono menjelaskan, pada 2026 terdapat 1.988 pendonor yang menerima penghargaan atas 50 kali donor darah. Pada tahun yang sama, sebanyak 647 pendonor menerima penghargaan karena telah mendonorkan darah sebanyak 75 kali.
Selain itu, sebanyak 2.326 pendonor darah sukarela di Jawa Timur telah mencapai 100 kali donor darah. Mereka masih menunggu penganugerahan penghargaan dari tingkat pusat.
Penganugerahan bagi pendonor darah sukarela tersebut menjadi bentuk penghormatan atas ketulusan dan konsistensi mereka. Di sisi lain, penghargaan itu juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ketersediaan darah bagi masyarakat di Jawa Timur.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















