Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah proaktif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memanfaatkan tiga aplikasi teknologi. Langkah ini bertujuan untuk mendeteksi titik api secara cepat dan akurat, sehingga dapat mencegah meluasnya kebakaran. Aplikasi tersebut adalah SiPongi, Lapan Fire Hotspot, dan Global Forest Watch. Ketiga aplikasi ini memungkinkan pemantauan yang lebih efektif terhadap potensi kebakaran di wilayah Riau.
Gubernur Riau, Syamsuar, menyatakan bahwa penggunaan teknologi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan respons terhadap ancaman karhutla. “Dengan adanya aplikasi ini, kita dapat segera mengetahui lokasi titik api dan melakukan tindakan pencegahan yang diperlukan,” ujar Syamsuar. Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, dan masyarakat, sangat penting dalam penanganan karhutla.
Selain itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau, Mamun Murod, menjelaskan bahwa aplikasi-aplikasi tersebut memberikan data yang real-time dan akurat. “Data yang diperoleh dari aplikasi ini sangat membantu dalam pengambilan keputusan cepat untuk penanganan karhutla,” kata Mamun. Ia juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla dan cara pencegahannya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi jumlah kejadian karhutla di Riau, yang selama ini menjadi salah satu provinsi dengan tingkat kebakaran hutan dan lahan yang tinggi di Indonesia. Dengan pemanfaatan teknologi dan kerja sama lintas sektor, Pemprov Riau optimis dapat mengatasi tantangan karhutla secara lebih efektif di masa mendatang.




















