Headline.co.id, Jakarta ~ Gumoh pada bayi adalah fenomena yang sering terjadi dan umumnya tidak berbahaya. Namun, penting bagi orang tua untuk memahami penyebabnya agar dapat membedakan kondisi yang normal dan yang memerlukan perhatian medis. Pada Rabu, 5 Agustus 2026, artikel dari Divisi Humas Polri menjelaskan lima penyebab utama gumoh pada bayi yang perlu diketahui.
Pertama, gumoh sering terjadi karena sistem pencernaan bayi yang belum matang. Bayi baru lahir memiliki katup esofagus yang belum sepenuhnya berkembang, sehingga makanan dapat dengan mudah kembali ke kerongkongan. Kedua, pemberian makan yang berlebihan juga dapat menyebabkan gumoh. Bayi yang minum susu terlalu banyak dalam satu waktu mungkin tidak dapat menampung semuanya, sehingga sebagian susu akan keluar kembali.
Ketiga, posisi bayi saat menyusui atau setelah makan juga berpengaruh. Bayi yang tidak disangga dengan baik atau langsung dibaringkan setelah makan lebih rentan mengalami gumoh. Keempat, alergi atau intoleransi terhadap makanan tertentu, seperti protein susu sapi, dapat menyebabkan gumoh yang lebih sering dan perlu diwaspadai. Terakhir, infeksi atau masalah kesehatan lainnya, meskipun jarang, bisa menjadi penyebab gumoh yang lebih serius.
Orang tua disarankan untuk memperhatikan frekuensi dan volume gumoh. Jika gumoh disertai dengan gejala lain seperti demam, penurunan berat badan, atau bayi tampak kesakitan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Memahami penyebab dan tanda-tanda gumoh yang tidak normal dapat membantu orang tua memberikan perawatan yang tepat dan memastikan kesehatan bayi tetap terjaga.




















