Headline.co.id, Pondok Pesantren Miftahul Ulum Yang Terletak Di Desa Bangkiling Raya ~ Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, berhasil melaksanakan panen raya padi varietas Gamagora pada 21 April 2026. Program ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan melalui inovasi di sektor pertanian, dengan fokus pada pengembangan budidaya padi berbasis edukasi. Selain meningkatkan hasil produksi, program ini juga bertujuan membangun kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.
Budidaya padi Gamagora di pondok pesantren ini dilakukan di lahan seluas 0,6 hektar dan menghasilkan 2,5 ton gabah kering giling. Proses budidaya dilakukan secara partisipatif, melibatkan santri, alumni, dan pengajar dalam setiap tahapan, mulai dari uji tanah, persiapan lahan, pelatihan teknis, hingga pendampingan dalam penanganan hama dan pemantauan pertumbuhan secara berkala. Kepala Desa Bangkiling Raya, Abdul Gafur, menyatakan bahwa program ini memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat, khususnya dalam mendukung kemandirian pangan di lingkungan pondok pesantren.
Abdul Gafur menjelaskan bahwa bibit Gamagora memiliki potensi besar sebagai media pembelajaran karena perawatannya yang relatif mudah dan tahan terhadap hama. Hal ini memudahkan para pemula, termasuk santri, dalam mempelajari praktik pertanian secara langsung. “Kedepannya, para santri yang telah lulus diharapkan dapat menjadi petani maupun pengusaha karena sudah dibekali edukasi tentang pertanian dan pengelolaan usaha di bidang tersebut,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan aktif dari santri, alumni, dan pengajar berkontribusi terhadap peningkatan keterampilan praktis di bidang pertanian.
Selain itu, Abdul Gafur menyampaikan apresiasinya terhadap pendampingan yang diberikan dalam pengembangan program budidaya padi Gamagora. “Kami merasa senang dan bangga bisa mendapatkan ilmu dari para dosen yang datang langsung membina kami dalam pengembangan padi Gamagora. Program ini juga mendapat antusiasme yang tinggi dari lingkungan kami dan sekitar. Kami sangat berterima kasih atas ilmu dan pendampingan yang telah diberikan,” tutupnya. Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Taryono, M.Sc., peneliti varietas padi Gamagora, menjelaskan bahwa varietas ini dirancang untuk mendukung produktivitas sekaligus kemampuan adaptasi terhadap berbagai kondisi lingkungan, menjadikan lahan pondok pesantren sebagai modal kuat untuk pengembangan lebih lanjut.



















