Headline.co.id, Jepara ~ Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menjalin kerja sama dengan Balai Pemberdayaan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) untuk mengembangkan dan mendistribusikan insole sepatu lokal yang mendukung kesehatan. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman yang berlangsung pada Selasa, 10 Juni 2026, di Ruang Jepara, lantai 2 SGLC FT UGM. Dekan FT UGM, Prof. Ir. Selo, S.T., M.T., M.Sc, Ph.D., IPU, ASEAN Eng., dan Kepala BPIPI, Syukur Idayati, menandatangani kesepakatan tersebut.
Inisiatif ini muncul dari kebutuhan akan insole yang tidak hanya nyaman tetapi juga terjangkau. Saat ini, produk insole berkualitas di pasar lokal masih terbatas dan sering kali bergantung pada material impor yang mahal. Tim peneliti FT UGM sedang mengembangkan insole kesehatan menggunakan teknologi 3D printing dengan material Thermoplastic Polyurethane. Teknologi ini memungkinkan insole untuk menyesuaikan bentuk kaki pengguna, memberikan dukungan optimal untuk kenyamanan dan kesehatan.
Prof. Herianto, Manajer Layanan Penelitian dan Hilirisasi FT UGM, menjelaskan bahwa pengembangan ini tidak hanya berfokus pada produk akhir tetapi juga pada sistem pendukung yang terintegrasi. Salah satu targetnya adalah membangun database bentuk kaki masyarakat Indonesia untuk menghasilkan insole dan sepatu yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. “Insyaallah kita akan punya database sehingga orang membeli sepatu itu bentuknya sesuai dan bisa membantu menanggulangi masalah kesehatannya,” ujarnya.
Untuk memastikan keamanan dan efektivitas produk, tim peneliti juga mengkaji berbagai standar teknis dan hasil penelitian terkait desain serta performa insole kesehatan. Langkah ini diambil agar produk yang dihasilkan tidak hanya nyaman tetapi juga memenuhi aspek ilmiah dan ergonomi. Herianto menambahkan bahwa tujuan utama dari pengembangan ini adalah menghadirkan sepatu kesehatan buatan lokal dengan harga yang lebih terjangkau, sehingga dapat diakses oleh masyarakat luas, terutama mereka yang memiliki masalah kesehatan. Sebagai tahap awal, FT UGM berencana memberikan dukungan sepatu dan insole kepada sekitar 50 pegawai untuk menguji efektivitas produk tersebut.














