Headline.co.id, Gunungkidul ~ Tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gunungkidul, serta Rumah Sakit Panti Rahayu Gunungkidul menginisiasi program pemanfaatan pangan lokal di Paliyan, Gunungkidul. Program ini bertujuan meningkatkan asupan gizi, terutama bagi ibu hamil dan balita, sebagai langkah pencegahan stunting. Edukasi ini menekankan pentingnya kesehatan dan status gizi ibu sejak masa kehamilan, yang dianggap sebagai periode krusial dalam menentukan tumbuh kembang anak.
Digna Niken Purwaningrum, S.Gz., MPH., Ph.D., ketua program dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, menjelaskan bahwa tempe dan pisang dipilih sebagai bahan utama program ini. Tempe dikenal sebagai sumber protein nabati berkualitas tinggi, kaya akan zat besi, kalsium, dan vitamin B, serta mengandung senyawa bioaktif yang mendukung pertumbuhan. Sementara itu, pisang Utri menyediakan karbohidrat, serat pangan, dan vitamin yang berperan sebagai antioksidan.
Program ini juga melibatkan Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) BRIN dalam melakukan penelitian dan analisis kandungan gizi. Hasilnya, tempe dan pisang diformulasikan menjadi produk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang sesuai untuk ibu hamil dengan risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan anemia. Kombinasi zat gizi makro, mikronutrien, dan senyawa bioaktif dari kedua bahan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi ibu menyusui dan anak, mendukung pencegahan stunting melalui pola makan bergizi seimbang.
Memasuki tahun kedua pada 2026, program ini diperluas ke lima kalurahan baru: Giring, Grogol, Mulusan, Pampang, dan Sodo. Fokus program juga meluas dari ibu hamil ke ibu menyusui, dengan edukasi mengenai gizi pasca persalinan, ASI eksklusif, dan pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat. Sepanjang 2025, program ini telah berhasil mengembangkan PMT berbasis tempe dan pisang, melatih kader, dan mendistribusikannya sebanyak 24 kali kepada 51 ibu hamil di tujuh desa wilayah Puskesmas Paliyan.
Untuk menandai dimulainya pelaksanaan tahun kedua, FK-KMK UGM bersama mitra menyelenggarakan Kick-Off Meeting Program Pengabdian Masyarakat pada 7 Mei 2026 di Balai Kapanewon Paliyan, Gunungkidul. Pertemuan ini menyepakati strategi implementasi untuk tahun ini dan memperkuat komitmen lintas sektor dalam mendukung pencegahan stunting berbasis masyarakat.














