Headline.co.id, Bener Meriah ~ UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Redelong, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, menggelar pelatihan barista selama 23 hari mulai Senin (14/9/2026). Pelatihan barista tersebut ditujukan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri. Selain mengajarkan teknik meracik kopi, UPTD BLK Redelong membekali peserta dengan kemampuan pelayanan dan hospitality melalui praktik menghadapi konsumen secara langsung.
Pelatihan yang berlangsung di UPTD BLK Redelong itu dirancang agar peserta memiliki kesiapan menghadapi situasi kerja yang sebenarnya. Peserta tidak hanya mempelajari teori dan teknik pembuatan minuman, tetapi juga dilatih berkomunikasi serta memberikan pelayanan kepada konsumen.
Dalam pelatihan barista tersebut, peserta mempelajari berbagai jenis minuman kopi yang berkembang di industri. Materi yang diberikan mencakup kopi tradisional, seperti sanger, serta sejumlah menu kekinian, di antaranya Mount Blanc dan Dirty Latte.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Penguasaan beragam menu minuman menjadi bagian dari upaya UPTD BLK Redelong untuk menyesuaikan keterampilan peserta dengan kebutuhan industri kopi. Peserta juga didorong mengembangkan kreativitas dalam menciptakan berbagai varian minuman.
Namun, kemampuan meracik kopi tidak menjadi satu-satunya fokus pelatihan. Peserta juga mendapatkan pembelajaran mengenai standar pelayanan, komunikasi, dan hospitality sebagai bagian penting dalam pekerjaan di bidang kopi.
Calon Konsumen Dihadirkan ke Dalam Kelas
Untuk memperkuat pengalaman praktik, UPTD BLK Redelong menghadirkan tamu atau calon konsumen secara langsung ke dalam kelas. Mereka berasal dari berbagai unsur, lain pegawai BPJS Ketenagakerjaan, Kantor Transmigrasi dan Tenaga Kerja, tenaga kesehatan puskesmas, kepala sekolah, serta pelaku usaha kopi, termasuk Semecoffee.
Kehadiran tamu tersebut digunakan sebagai metode pembelajaran agar peserta terbiasa melayani konsumen secara langsung. Dengan demikian, peserta dapat menguji kemampuan komunikasi dan pelayanan dalam situasi yang mendekati kondisi kerja.
Peserta juga dilatih menghadapi interaksi dengan konsumen serta membangun kepercayaan diri. Pengalaman tersebut diharapkan membantu mereka menerapkan keterampilan yang diperoleh setelah menyelesaikan pelatihan.
Bekal untuk Bekerja atau Membuka Usaha
Pihak UPTD BLK Redelong menilai kemampuan meracik kopi perlu diimbangi dengan kemampuan memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen.
“Pelatihan ini tidak hanya membuat peserta bisa meracik kopi, tetapi juga bagaimana mereka memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen. Karena itu, kami memberikan ruang kepada para penikmat kopi dan masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Bener Meriah, untuk menjadi bagian dari proses pembelajaran,” ujar pihak UPTD BLK Redelong.
Menurut pihak UPTD BLK Redelong, pengalaman berhadapan langsung dengan konsumen penting untuk membangun kepercayaan diri peserta. Peserta juga didorong tidak hanya menyelesaikan pelatihan, tetapi mampu menerapkan keterampilan yang diperoleh di lapangan.
Melalui pelatihan barista ini, peserta diharapkan memiliki keterampilan yang dapat digunakan untuk bekerja di industri kopi maupun mengembangkan usaha secara mandiri. Mereka juga diharapkan memahami standar pelayanan serta mampu menciptakan berbagai varian minuman.
Pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya UPTD BLK Redelong meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bener Meriah. Program itu secara khusus mendukung pengembangan keterampilan masyarakat pada sektor industri kopi yang dinilai memiliki potensi untuk terus berkembang.














