Headline.co.id, Jakarta ~ Kejuaraan dunia 2026 Timnas Perahu Naga Indonesia menjadi salah satu agenda penting PB Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) setelah skuad Merah Putih dipastikan tampil dalam rangkaian Piala Dunia Perahu Naga di Yuanling dan Kejuaraan Dunia Perahu Naga di Hangzhou, Tiongkok. Sebanyak 20 atlet dan enam ofisial dijadwalkan berangkat pada 23 September 2026 dan mengikuti rangkaian kompetisi hingga 4 Oktober 2026. Tim membawa modal empat medali emas dan dua perak yang diraih pada SEA Games 2025 di Thailand.
Persiapan kejuaraan dunia 2026 Timnas Perahu Naga Indonesia telah berlangsung intensif sejak Januari 2026. Pelatih Timnas Perahu Naga Indonesia M Suryadi mengatakan program tersebut merupakan kelanjutan dari pembinaan setelah SEA Games 2025 sekaligus upaya menjaga performa dan kekompakan atlet menjelang persaingan di tingkat dunia.
Dalam menghadapi kejuaraan dunia 2026 Timnas Perahu Naga Indonesia juga mempertahankan sejumlah atlet yang tampil pada SEA Games 2025. Keputusan itu diambil agar ritme bertanding dan kekompakan tim yang telah terbentuk dapat menjadi modal ketika Indonesia menghadapi peserta dari berbagai negara di Tiongkok.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Persiapan ini merupakan rangkaian setelah SEA Games 2025 di Thailand. Alhamdulillah, saat itu kami berhasil membawa pulang empat medali emas dan dua medali perak dari enam nomor yang dilombakan,” ujar M Suryadi dalam acara pelepasan atlet di Wisma Elang Laut, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Pertahankan Skuad Peraih Medali SEA Games 2025
Keberhasilan membawa pulang empat emas dan dua perak dari enam nomor pada SEA Games 2025 menjadi salah satu pijakan tim pelatih dalam menyusun kekuatan menuju kompetisi di Tiongkok.
Tim pelatih memilih mempertahankan sejumlah atlet dari skuad SEA Games agar fondasi permainan yang sudah terbentuk tidak harus dibangun kembali dari awal. Para atlet juga tetap menjalani latihan rutin menjelang keberangkatan untuk mematangkan kondisi fisik dan strategi pertandingan.
Indonesia dijadwalkan lebih dahulu mengikuti Piala Dunia Perahu Naga di Yuanling sebelum melanjutkan rangkaian pertandingan pada Kejuaraan Dunia Perahu Naga di Hangzhou.
Wakil Ketua Umum I PB PODSI Laksdya TNI Edwin mengatakan keikutsertaan Indonesia pada kompetisi internasional menjadi bagian dari tujuan pembinaan atlet secara berkelanjutan.
“Kejuaraan Asian Games di Jepang, maupun cabang Dragon Boat yang ikut dalam Kejuaraan Dunia di China menjadi tujuan pembinaan para atlet di Indonesia,” ujar Edwin.
Menurut Edwin, program persiapan menuju kompetisi internasional berjalan sesuai rencana meskipun PB PODSI sempat menghadapi sejumlah kendala di lapangan.
“Ada kendala-kendala yang memang kami temui di lapangan, tetapi berkat dukungan semua pihak, ada sponsor yang memberikan dukungan,” katanya.
Dukungan Sponsor Pastikan Tim Bisa Bertanding
Keberangkatan Timnas Perahu Naga Indonesia ke Tiongkok memiliki arti tersendiri bagi para atlet. Sebelumnya, tim sempat gagal mengikuti ASEAN Beach Games 2026 pada April karena terkendala pendanaan.
Pada agenda kali ini, dukungan dari berbagai pihak, termasuk BUMN dan sektor swasta seperti Solaria, membantu memastikan para atlet dapat mengikuti Piala Dunia dan Kejuaraan Dunia Perahu Naga 2026.
Suryadi mengatakan dukungan tersebut membuat para atlet merasa mendapat perhatian setelah kesempatan bertanding sebelumnya tertunda.
“Kami berterima kasih karena para atlet merasa diperhatikan sehingga kami bisa berangkat. Mereka sangat mensyukuri kesempatan bertanding di World Cup dan World Championship ini untuk melampiaskan hasil latihan yang sempat tertunda karena batalnya keikutsertaan di ASEAN Beach Games,” kata Suryadi.
Dengan kepastian keberangkatan itu, rangkaian latihan yang dilakukan sejak Januari dapat diuji langsung dalam persaingan internasional.
PB PODSI Jadikan Kejuaraan Dunia Bagian dari Pembinaan
PB PODSI tidak hanya melihat kompetisi internasional dari sisi perolehan medali. Keikutsertaan atlet di berbagai kejuaraan juga ditempatkan sebagai bagian dari evaluasi sistem pembinaan nasional.
Selain mengirimkan Timnas Perahu Naga ke Tiongkok, PB PODSI juga menyiapkan tim rowing dan kano untuk Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
Edwin mengatakan peluang meraih medali tetap terbuka dan meminta dukungan masyarakat terhadap perjuangan atlet Indonesia.
“Kami melihat peluang-peluang yang bisa kami dapatkan. Besar harapan kami, dukungan doa dari seluruh masyarakat Indonesia untuk para atlet kami,” tutur Edwin.
Ia berharap atlet Indonesia mampu menghasilkan prestasi terbaik ketika membawa nama Merah Putih di kompetisi internasional.
“Mereka bisa mengumandangkan lagu Indonesia Raya dan membawa bendera Merah Putih pada tiang tertinggi,” kata Edwin.
20 Atlet Perahu Naga Indonesia Berangkat ke Tiongkok
Timnas Perahu Naga Indonesia akan membawa 20 atlet dan enam ofisial dalam rangkaian kompetisi di Yuanling dan Hangzhou. Mereka dijadwalkan meninggalkan Indonesia pada 23 September 2026 dan kembali pada 4 Oktober 2026.
Komposisi tersebut berbeda dengan tim rowing Indonesia yang diperkuat 17 atlet dan tujuh ofisial untuk Asian Games 2026 di Jepang. Sementara cabang kano menurunkan 17 atlet bersama enam ofisial.
Khusus perahu naga, persiapan panjang sejak Januari 2026 dan pengalaman SEA Games 2025 menjadi modal utama tim menjelang persaingan tingkat dunia.
Suryadi berharap performa yang menghasilkan empat medali emas dan dua medali perak di Thailand dapat kembali ditunjukkan saat Indonesia menghadapi Piala Dunia Perahu Naga di Yuanling dan Kejuaraan Dunia Perahu Naga di Hangzhou.
Dengan dukungan pembinaan PB PODSI, keberlanjutan skuad berprestasi, program latihan intensif, serta kepastian dukungan sponsor, Timnas Perahu Naga Indonesia kini bersiap menguji hasil persiapannya di panggung dunia dan membawa nama Indonesia dalam persaingan internasional.





















