Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) mempercepat upaya penanganan pascabencana banjir di Sungai Aek Sigala-gala, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat sistem mitigasi bencana melalui pembangunan infrastruktur pengendali banjir yang lebih efektif.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan komitmen tersebut saat meninjau langsung proyek pengendalian banjir di kawasan Sungai Aek Sigala-gala, yang merupakan anak Sungai Tukka, pada Rabu (29/7/2026). Kunjungan ini bertujuan memastikan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Dody menjelaskan bahwa penanganan Sungai Aek Sigala-gala memerlukan kebijakan khusus karena sungai ini tidak termasuk dalam kategori sungai nasional, meskipun hulunya terhubung dengan Sungai Tukka yang berstatus sungai nasional. “Kami harus memberikan perhatian khusus karena statusnya yang berbeda,” ujar Dody.
Sebagai bagian dari pengendalian banjir, Kementerian PU mulai melakukan pembenahan saluran sungai dengan meningkatkan kapasitas aliran dan memperbesar gorong-gorong. Langkah ini diambil agar aliran air dapat mengalir lebih lancar saat musim hujan. “Kami berfokus pada peningkatan kapasitas aliran untuk mencegah banjir,” kata Menteri PU.
Selain normalisasi sungai, Kementerian PU juga mempercepat pembangunan Sabo Dam yang berfungsi menahan material sedimen yang terbawa banjir. Menurut Dody Hanggodo, percepatan ini menjadi prioritas setelah pekerjaan sebelumnya beberapa kali terganggu akibat banjir susulan. “Pembangunan Sabo Dam sangat penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut,” jelasnya.
Banjir sebelumnya melanda Sungai Aek Sigala-gala pada 17 Juli 2026 setelah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit air meluap hingga melewati tanggul sungai setinggi sekitar empat meter. Arus deras kemudian menggerus tanggul hingga jebol dan mengakibatkan banjir di wilayah sekitar.
Melalui percepatan pembangunan Sabo Dam dan peningkatan kapasitas saluran sungai, Kementerian PU berharap dapat menekan risiko banjir dan endapan lumpur pada musim hujan. Upaya ini juga diharapkan dapat meningkatkan ketahanan infrastruktur dan keselamatan masyarakat.
Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Kementerian PU dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana sekaligus memperkuat sistem mitigasi bencana nasional. Hal ini sejalan dengan semangat PU 608 yang mengedepankan respons cepat, perlindungan masyarakat, dan pembangunan infrastruktur yang tangguh.

















