Headline.co.id, Rembang ~ Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan bangsa di tengah berbagai tantangan global. Pesan tersebut disampaikan dalam Ngaji Kebangsaan bersama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Rembang, Jawa Tengah. Kapolri menilai perbedaan di Indonesia perlu dikelola dengan baik agar tidak berkembang menjadi konflik yang merugikan masyarakat maupun negara. Ia juga mendorong ulama dan umara terus bergandengan tangan untuk merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kapolri: Keberagaman Harus Dikelola dengan Baik
Dalam kegiatan tersebut, Kapolri menekankan pentingnya merawat keberagaman yang dimiliki Indonesia. Menurut dia, berbagai perbedaan yang ada di tengah masyarakat tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan.
Keberagaman, kata Kapolri, perlu ditempatkan sebagai bagian dari kekuatan bangsa. Pengelolaan terhadap perbedaan menjadi penting agar persoalan yang muncul tidak berkembang menjadi konflik yang berdampak kepada masyarakat maupun negara.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Di tengah berbagai tantangan global, kita harus menjaga persatuan dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan bangsa,” ujar Kapolri.
Kapolri menyampaikan, persatuan merupakan hal penting dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi bangsa. Karena itu, perbedaan harus dikelola sebagai kekuatan Indonesia, bukan dijadikan alasan untuk memecah hubungan antarmasyarakat.
Ulama dan Umara Berperan Menjaga Persatuan
Selain menyoroti keberagaman, Kapolri menekankan pentingnya kebersamaan ulama dan umara dalam menjaga persatuan bangsa. Menurutnya, ulama dan umara memiliki sejarah panjang dalam perjuangan merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Keduanya juga dinilai memiliki peran dalam menjaga bangsa hingga saat ini. Kerja sama ulama dan umara diharapkan dapat terus dipelihara untuk memperkuat persatuan dan merawat kehidupan berbangsa.
Kapolri mengajak kedua unsur tersebut untuk tetap berjalan bersama dalam menjaga NKRI. Ajakan itu disampaikan sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.
“Mari umara dan ulama terus bergandengan tangan untuk menjaga persatuan, merawat NKRI, dan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur,” pungkasnya.
Ngaji Kebangsaan tersebut digelar Kapolri bersama Gus Baha di Rembang, Jawa Tengah. Dalam kesempatan itu, pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya menjaga persatuan, merawat keberagaman, serta mengelola perbedaan agar tetap menjadi kekuatan bagi Indonesia.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















