Headline.co.id ~ International Association of Women Police (IAWP) Conference 2026 di Bali menjadi ruang bagi polisi wanita dari berbagai negara untuk mengenal keberagaman budaya Indonesia. Kegiatan yang diikuti delegasi dari 44 negara itu tidak hanya membahas pengetahuan dan pengalaman kepolisian, tetapi juga memperkuat komunikasi serta hubungan antarnegara melalui rangkaian kegiatan budaya. Delegasi Kepolisian Nigeria, SP Victoria David, mengaku terkesan dengan tradisi Bali yang diperkenalkan selama pelaksanaan IAWP 2026.
Selain pertukaran pengalaman antarpolisi wanita, IAWP 2026 dimanfaatkan untuk memperkenalkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia kepada para delegasi internasional. Salah satunya dilakukan oleh delegasi Polda Sumatera Barat, Iptu Tika Permata Murni, yang mengenakan pakaian tradisional dari Kabupaten Agam saat kegiatan makan malam konferensi di Bali.
Delegasi Nigeria Terkesan Tradisi Bali
Victoria mengatakan, rangkaian kegiatan IAWP 2026 memberinya banyak pengalaman berkesan. Ia secara khusus menyoroti tradisi Bali yang ditampilkan dalam persembahan pembukaan konferensi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Saya memiliki banyak momen yang berkesan. Salah satu yang paling menarik adalah tradisi Bali saat persembahan pembukaan. Kultur di Bali sangat indah dan kami mendapat kesempatan untuk melihat serta merasakan budaya Bali. Saya sangat senang dan semuanya di sini sangat luar biasa,” ujar Victoria.
Menurutnya, kesempatan melihat dan merasakan langsung budaya Bali menjadi salah satu pengalaman penting selama mengikuti kegiatan IAWP 2026 di Indonesia.
IAWP 2026 Kenalkan Budaya dari Berbagai Daerah
Upaya memperkenalkan budaya Indonesia juga dilakukan Tika melalui busana tradisional Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Pakaian tersebut dikenakan dalam kegiatan makan malam IAWP 2026 yang dihadiri delegasi dari berbagai negara.
Tika menilai pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan keragaman kultur Indonesia kepada komunitas internasional. Kehadiran delegasi dari 44 negara membuat kegiatan itu tidak hanya menjadi forum pertemuan polisi wanita, tetapi juga ruang pertukaran budaya.
“Menurut saya, kegiatan malam ini sangat luar biasa karena sebanyak 44 negara hadir di sini dan bersama-sama memperkenalkan kultur serta budaya Indonesia kepada dunia,” kata Tika.
Ia menyebut kehadiran para delegasi juga membuka peluang untuk memperluas komunikasi, interaksi, dan relasi antarpolisi wanita dari berbagai negara.
Peluang Perkuat Kerja Sama Antarnegara
Tika berharap kegiatan seperti IAWP 2026 dapat terus dikembangkan. Menurut dia, forum tersebut berpotensi mendukung peningkatan kapasitas sekaligus memperkuat hubungan kepolisian Indonesia dengan negara-negara lain.
“Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan kapasitas, komunikasi, interaksi, serta relasi kita dengan negara lain. Ke depan, tidak menutup kemungkinan kita akan kembali bertemu dan menjalin kerja sama dengan negara-negara lain,” tuturnya.
Pertemuan polisi wanita dari berbagai negara dalam IAWP 2026 menunjukkan bahwa kerja sama kepolisian tidak hanya dibangun melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman. Pemahaman terhadap budaya dan nilai-nilai yang dimiliki setiap negara juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan internasional.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















