Headline.co.id, Pemerintah Kabupaten Buleleng ~ Bali, mengadopsi strategi baru dalam pelaksanaan Lovina Festival 2026 yang berlangsung di Pantai Lovina. Festival ini mengusung tema “Theatre of Dolphins” dan berlangsung selama lima hari, dengan pembagian dua panggung untuk menarik wisatawan yang berbeda. Panggung pertama di Tasikmadu ditujukan untuk wisatawan mancanegara pada 24–26 Juli 2026, sementara panggung kedua di Binaria difokuskan untuk wisatawan domestik pada 26–28 Juli 2026. Langkah ini bertujuan untuk memperpanjang masa tinggal wisatawan dan meningkatkan dampak ekonomi lokal.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menyatakan bahwa festival tahun ini bukan hanya agenda rutin tahunan, tetapi juga merupakan kolaborasi lintas sektor dan daerah. Untuk pertama kalinya, Buleleng bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dari seluruh kabupaten/kota di Bali dan Kabupaten Banyuwangi. “Kolaborasi ini bukan hanya untuk memperkenalkan Lovina atau Buleleng, tetapi memperkuat posisi Bali sebagai destinasi pariwisata yang utuh dan saling terhubung,” ujar Sutjidra di Pantai Lovina, Buleleng, Jumat (24/7/2026).
Sutjidra menambahkan bahwa Pemkab Buleleng juga menerapkan sistem pendataan baru untuk mengukur dampak ekonomi festival secara presisi. Pendataan ini dilakukan melalui pemetaan kategori UMKM industri dan UMKM lokal untuk memantau jumlah kunjungan serta durasi menginap wisatawan sebagai dasar penyusunan kebijakan ke depan. Festival ini juga melibatkan 44 komunitas lokal, termasuk pelari, fotografer, pelaku tradisi sampi gerumbungan, sanggar seni, dan musisi daerah.
Ketua Panitia Lovina Festival 2026 sekaligus Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Buleleng, Putu Ayu Reika Nurhaeni, menyebutkan bahwa target kunjungan tahun ini ditetapkan mencapai 25.000 orang, meningkat dari tahun lalu yang mencapai 20.000 pengunjung. “Perpanjangan durasi menjadi lima hari diharapkan mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan serta memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat dan pelaku usaha pariwisata,” kata Reika.
Untuk mencapai target tersebut, penyelenggara menghadirkan lebih dari 250 pengisi acara gabungan talenta nasional dan lokal, serta melibatkan 82 pelaku UMKM. Acara ini didukung oleh APBD Kabupaten Buleleng, partisipasi swasta, dan program Karisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata RI. Sebagai perbandingan, Lovina Festival 2025 mencatat transaksi ekonomi lebih dari Rp600 juta dengan tingkat hunian hotel di kawasan Lovina mencapai rata-rata 82 persen. Dengan penataan kawasan pantai yang lebih baik, Buleleng optimistis festival tahun ini dapat kembali menjadi penggerak utama pariwisata di Bali Utara.
Pembukaan acara turut dihadiri oleh Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Sekda Buleleng Gede Suyasa, Asisten Perekonomian dan Pengembangan Sekda Provinsi Bali Aryani, Ketua DPRD Buleleng Ngurah Arya, Direktur Poltekpar Bali Puja, Danlanud I Gusti Ngurah Rai Martin Warginanto, serta jajaran Forkopimda Buleleng.




















