Headline.co.id, Balikpapan ~ SPN Polda Kalimantan Timur mengembangkan Program Cyber Resilient Community (CRC) untuk meningkatkan literasi digital dan ketahanan masyarakat terhadap kejahatan siber. Program ini dirancang untuk membantu masyarakat mengenali, mencegah, dan merespons berbagai bentuk kejahatan digital, termasuk penipuan dan kejahatan finansial berbasis teknologi. Hal ini disampaikan oleh Kepala SPN Polda Kaltim, Kombes Pol. Pepen Supena Wijaya, dalam audiensi dan silaturahmi dengan sejumlah pemangku kepentingan di Kalimantan Timur, Minggu (26/7/26).
Pertemuan tersebut melibatkan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Universitas Mulawarman, Universitas Balikpapan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Timur, serta Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo dan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI H Adji Muhammad Arifin. Kombes Pol. Pepen Supena Wijaya menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah, akademisi, regulator, dan tokoh masyarakat untuk memastikan literasi digital dapat diterima oleh berbagai kelompok masyarakat.
Melalui kolaborasi ini, SPN Polda Kaltim berharap dapat memperluas jangkauan edukasi keamanan digital, terutama di daerah yang rentan terhadap kejahatan siber. Dukungan dari pemerintah daerah dan DPRD dianggap memperkuat upaya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap risiko kejahatan digital. Kedua institusi menilai bahwa CRC sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin terhubung dengan layanan digital dan memerlukan perlindungan yang lebih kuat.
Kerja sama dengan Universitas Mulawarman dan Universitas Balikpapan diharapkan dapat memperkaya materi edukasi melalui riset, pengembangan modul, serta pelatihan yang relevan dengan perkembangan teknologi. Sementara itu, OJK memberikan dukungan terkait keamanan transaksi digital dan perlindungan sektor jasa keuangan. Kepala SPN juga menegaskan bahwa tokoh daerah yang terlibat dalam pertemuan tersebut memiliki peran penting dalam mendorong partisipasi masyarakat.
Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Dr Tedy Sopandi, menyatakan bahwa keamanan siber saat ini menjadi tanggung jawab bersama. Sinergi Polri, pemerintah daerah, dunia pendidikan, regulator, dan masyarakat menjadi dasar dalam membangun ketahanan siber. Ia berharap Program CRC dapat menjadi model penguatan ketahanan siber masyarakat yang diterapkan secara luas. Menurutnya, peningkatan literasi digital akan memperkuat kemampuan masyarakat dalam mencegah berbagai bentuk kejahatan siber dan menjaga ruang digital tetap aman serta produktif.



















