Highlight Berita:
Headline.co.id, Sleman ~ Polsek Depok Timur Polresta Sleman mengamankan seorang pemuda berinisial ZK (18), warga Maguwoharjo, Depok, Sleman, setelah ditemukan membawa dan menguasai sebilah celurit yang diduga akan digunakan untuk tawuran. ZK diamankan setelah petugas yang tengah berpatroli mendapati kecelakaan tunggal di Jalan Nanggulan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Senin (28/9/2026) sekitar pukul 00.15 WIB. Senjata tajam tersebut ditemukan petugas di sekitar ZK saat melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Berdasarkan pemeriksaan awal polisi, ZK mengakui celurit itu miliknya dan direncanakan untuk digunakan dalam tawuran dengan kelompok lain.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, mengatakan pengungkapan tersebut bermula ketika petugas Polsek Depok Timur melakukan patroli dan menemukan adanya kecelakaan tunggal.
Saat melakukan pengecekan di lokasi, petugas mendapati sebilah celurit berada di sekitar ZK. Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan terhadap pemuda tersebut.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Hasil pemeriksaan awal, ZK mengakui celurit tersebut miliknya dan rencananya akan digunakan untuk melakukan tawuran dengan kelompok lain. Namun, sebelum aksi tersebut terjadi, kendaraan yang ditumpanginya mengalami kecelakaan,” kata Argo kepada Headline.co.id.
Petugas kemudian mengamankan ZK bersama sejumlah barang bukti untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.
Barang bukti yang diamankan polisi berupa sebilah celurit berwarna merah dengan panjang sekitar 50 sentimeter. Selain senjata tajam tersebut, petugas turut mengamankan satu unit sepeda motor Honda Vario tahun 2018 berwarna hitam.
Polisi menyatakan perkara dugaan membawa dan menguasai senjata tajam tanpa izin tersebut saat ini masih ditangani Polsek Depok Timur. Proses penyidikan lebih lanjut dilakukan untuk mendalami perkara tersebut.
Polresta Sleman juga mengingatkan masyarakat, terutama kalangan remaja, agar tidak membawa senjata tajam maupun terlibat dalam aksi tawuran.
Orang tua turut diminta meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka. Pengawasan dinilai penting untuk mencegah keterlibatan remaja dalam aksi kekerasan maupun kejahatan jalanan.
Polisi berharap upaya pencegahan dari lingkungan keluarga dan masyarakat dapat mengurangi potensi tawuran serta penggunaan senjata tajam yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















