Headline.co.id, Jakarta ~ Harga emas hari ini, Senin 20 Juli 2026, bergerak dengan acuan perdagangan terbaru yang tersedia dari Logam Mulia Antam, Pegadaian, UBS, dan Galeri 24 di Jakarta. Data akhir pekan menunjukkan harga emas batangan 1 gram berbeda menurut merek dan kanal penjualan karena setiap penyedia menerapkan struktur harga, biaya distribusi, serta kebijakan buyback masing-masing. Pembaruan ini penting bagi pembeli dan pemilik emas karena selisih harga beli dengan harga jual kembali masih lebar. Hingga berita ini disusun pada Senin pagi, harga dapat berubah setelah penyedia memperbarui daftar transaksi harian.
Harga emas hari ini untuk Antam 1 gram di gerai Pegadaian tercatat Rp2.719.000 berdasarkan data perdagangan terakhir 19 Juli 2026. Pada kanal yang sama, UBS 1 gram berada di Rp2.599.000 dan Galeri 24 1 gram dipatok Rp2.587.000. Sementara itu, harga dasar Antam 1 gram melalui Logam Mulia berada di Rp2.614.000 sehingga terdapat perbedaan Rp105.000 dibandingkan harga Antam di Pegadaian.
Pergerakan harga emas hari ini juga perlu dibaca bersama nilai buyback atau harga jual kembali. Buyback Antam melalui Logam Mulia tercatat Rp2.349.000 per gram, sedangkan buyback di Pegadaian untuk Antam dan UBS masing-masing Rp2.418.000 per gram. Galeri 24 mencatat buyback 1 gram Rp2.425.000, sedikit lebih tinggi dibandingkan dua merek lain pada kanal tersebut.
Daftar Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24
Perbedaan harga tidak hanya terlihat pada ukuran 1 gram. Untuk Antam di Pegadaian, ukuran 0,5 gram tercatat Rp1.412.000, 2 gram Rp5.375.000, 5 gram Rp13.359.000, 10 gram Rp26.661.000, 25 gram Rp66.521.000, 50 gram Rp132.959.000, dan 100 gram Rp265.837.000. Semakin besar ukuran batang, harga efektif per gram umumnya lebih rendah karena komponen biaya cetak dan distribusi terbagi pada bobot yang lebih besar.
Harga UBS di Pegadaian berada pada Rp1.405.000 untuk 0,5 gram, Rp5.157.000 untuk 2 gram, Rp12.743.000 untuk 5 gram, Rp25.352.000 untuk 10 gram, Rp63.255.000 untuk 25 gram, Rp126.250.000 untuk 50 gram, dan Rp252.400.000 untuk 100 gram. Adapun Galeri 24 dipasarkan Rp1.357.000 untuk 0,5 gram, Rp5.110.000 untuk 2 gram, Rp12.682.000 untuk 5 gram, Rp25.295.000 untuk 10 gram, Rp62.898.000 untuk 25 gram, Rp125.694.000 untuk 50 gram, dan Rp251.265.000 untuk 100 gram.
Daftar tersebut memperlihatkan bahwa Galeri 24 menjadi pilihan dengan harga awal paling rendah untuk ukuran 1 gram pada data terakhir, disusul UBS dan Antam. Namun, harga termurah saat membeli tidak otomatis menghasilkan keuntungan paling besar karena pemilik emas juga harus memperhitungkan buyback, pajak, kondisi kemasan, ketersediaan produk, dan tujuan penyimpanan.
Harga Buyback Emas Masih Menjadi Penentu
Selisih antara harga jual dan buyback, yang biasa disebut spread, menjadi komponen utama dalam menghitung potensi hasil investasi emas. Untuk ukuran 1 gram di Pegadaian, spread Antam mencapai Rp301.000, UBS Rp181.000, dan Galeri 24 Rp162.000. Secara persentase terhadap harga beli, selisih itu sekitar 11,1 persen untuk Antam, 7,0 persen untuk UBS, dan 6,3 persen untuk Galeri 24.
Spread tersebut berarti harga emas perlu naik lebih dahulu sebelum pemilik mencapai titik impas apabila menjual kembali dalam waktu dekat. Karena itu, emas batangan lebih lazim digunakan sebagai instrumen penyimpan nilai berjangka menengah atau panjang, bukan untuk transaksi singkat. Pembeli juga perlu memastikan kanal buyback yang akan digunakan sebab harga jual kembali dapat berbeda antara produsen, Pegadaian, toko emas, dan platform perdagangan digital.
Antam menetapkan ketentuan pajak pada transaksi tertentu. Berdasarkan keterangan yang tersedia, pembelian emas batangan dikenai PPh 22 sebesar 0,25 persen dari harga dasar pada kanal resmi, sedangkan transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta dikenai PPh 22 sebesar 1,5 persen. Nilai bersih yang diterima penjual dengan demikian dapat berbeda dari angka buyback yang tercantum.
Harga Emas Turun dalam Perdagangan Sepekan
Dalam periode 13-18 Juli 2026, harga dasar Antam 1 gram turun Rp21.000. Harga membuka pekan di Rp2.635.000 per gram dan menutup perdagangan Sabtu pada Rp2.614.000 per gram. Sepanjang periode itu, level terendah tercatat Rp2.606.000 per gram sebelum kembali menguat pada akhir pekan.
Koreksi mingguan tersebut membuat pelaku pasar mencermati pembukaan perdagangan Senin. Arah harga domestik dipengaruhi oleh harga emas dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, permintaan investor, biaya distribusi, dan kebijakan masing-masing penjual. Perubahan pada salah satu faktor itu dapat membuat harga di pasar ritel bergerak berbeda meskipun produk yang dijual sama-sama emas batangan 24 karat.
Pembaruan harga dari Logam Mulia, Pegadaian, UBS, dan Galeri 24 tidak selalu dilakukan pada waktu yang sama. Karena itu, angka yang muncul pada Senin pagi dapat masih menggunakan harga penutupan atau pembaruan akhir pekan. Pembeli dan penjual perlu menggunakan daftar terbaru pada kanal transaksi yang dipilih, terutama karena selisih antarpenyedia mencapai puluhan hingga ratusan ribu rupiah per gram.




















