Headline.co.id, Pekanbaru ~ Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Komite Daerah Riau menegaskan komitmennya untuk menjadikan sektor kehutanan sebagai salah satu pilar utama dalam pembangunan ekonomi hijau. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional, tetapi juga mendukung mitigasi perubahan iklim, pelestarian keanekaragaman hayati, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
APHI Riau menargetkan sektor kehutanan dapat bertransformasi menjadi pemain utama dalam pasar karbon global dan penyedia produk kehutanan berkelanjutan yang berdaya saing internasional. Ketua APHI Riau, Muller Tampubolon, menyatakan bahwa organisasinya terus memperkuat peran sebagai mitra strategis pemerintah, penggerak pembangunan berkelanjutan, serta fasilitator bagi pelaku usaha kehutanan.
Menurut Muller, pengelolaan hutan saat ini memerlukan sinergi lintas sektor karena ruang lingkupnya semakin luas, mencakup tata ruang, perlindungan lingkungan, investasi, hingga pemberdayaan masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut, APHI Riau terus memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Kehutanan, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan berbagai pemangku kepentingan. Kerja sama ini difokuskan pada mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pengembangan ekonomi berbasis pemanfaatan kawasan hutan secara berkelanjutan.
Muller Tampubolon menegaskan bahwa seluruh pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang tergabung dalam APHI Riau harus menjadikan komitmen terhadap kelestarian lingkungan sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang. Menurutnya, perusahaan kini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga menjalankan praktik konservasi, rehabilitasi lahan, serta mengalokasikan kawasan High Conservation Value (HCV) dan High Carbon Stock (HCS) di setiap areal konsesi.
Transformasi menuju ekonomi hijau juga dilakukan melalui pengembangan strategi multiusaha kehutanan dan jasa lingkungan. Langkah ini meliputi optimalisasi pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), agroforestri, bioenergi, ekowisata, hingga perdagangan karbon untuk mendukung target nasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.
Di sektor hilir, APHI Riau mendorong percepatan hilirisasi produk kehutanan agar memiliki nilai tambah dan daya saing global melalui pengembangan engineered wood, industri furnitur, serta biomaterial untuk konstruksi modern. Meski mengapresiasi penerapan sistem perizinan terintegrasi Online Single Submission (OSS), APHI Riau berharap pemerintah terus menyempurnakan regulasi guna memberikan kepastian hukum serta menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi pengembangan sektor kehutanan berkelanjutan.



















