Headline.co.id, Pekanbaru ~ Pemerintah Kota Pekanbaru menyoroti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang diduga menjadi salah satu penyebab inflasi di daerah tersebut. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya biaya distribusi dan harga sejumlah komoditas di pasaran. Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, menyampaikan hal ini dalam rapat pengendalian inflasi di Gedung DPRD, Senin (13/7/2026).
Antrean panjang kendaraan di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menyebabkan biaya operasional angkutan meningkat. “Bahkan, ada kendaraan barang yang harus menunggu hingga lima jam untuk mengisi BBM. Kondisi ini tentu meningkatkan biaya transportasi dan distribusi barang,” ujar Abdul Jamal.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemko Pekanbaru meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) berkoordinasi dengan Disperindagkop UKM Provinsi Riau serta PT Pertamina agar pasokan BBM solar kembali normal. “Kami berharap ada langkah konkret dari Pertamina dan instansi terkait untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran,” tambah Jamal.
Distribusi Solar di Riau
Berdasarkan hasil pembahasan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi, kelangkaan solar lebih banyak terjadi di wilayah Riau, khususnya Kota Pekanbaru. Sementara di daerah lain seperti Medan dan Sumatera Barat, kondisi serupa tidak terlalu menjadi persoalan. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), kuota solar untuk Provinsi Riau sebenarnya dinilai mencukupi.
Pengawasan Distribusi BBM
Abdul Jamal menilai diperlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap distribusi BBM bersubsidi agar penyalurannya tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. “Pertamina bersama instansi terkait perlu duduk bersama untuk mengevaluasi sistem distribusi solar. Hal ini mengingat laporan menyebutkan kuota tersedia, namun di lapangan masyarakat masih mengalami kesulitan memperoleh BBM tersebut,” jelasnya.
Pemko Pekanbaru berharap dengan adanya pengawasan yang lebih ketat dan koordinasi yang baik instansi terkait, masalah kelangkaan solar dapat segera teratasi, sehingga tidak lagi memicu inflasi dan mengganggu perekonomian masyarakat setempat.





















