Headline.co.id, Surabaya ~ Penataran Pelatih, Wasit, dan Juri Muaythai Jawa Timur 2026 yang diadakan oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesia (MI) Jawa Timur mendapat sambutan hangat dari 80 peserta yang berasal dari 25 kabupaten/kota di Jawa Timur. Acara ini berlangsung di Aula KONI Jawa Timur dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam olahraga muaythai.
Ketua Pengprov MI Jawa Timur, Baso Juherman, menyatakan bahwa tingginya jumlah peserta menunjukkan perkembangan dan minat masyarakat terhadap muaythai yang semakin meningkat di berbagai daerah. “Ini adalah bukti bahwa muaythai semakin diminati dan berkembang pesat,” ujar Baso dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/7/2026).
Baso menambahkan bahwa pertumbuhan muaythai di daerah juga terlihat dari semakin banyaknya kejuaraan yang digelar. Hal ini membuka peluang bagi pelatih, wasit, dan juri untuk mengembangkan kompetensi dan mendapatkan pengalaman di berbagai ajang pertandingan. “Kejuaraan yang semakin banyak memberikan kesempatan bagi para pelatih dan juri untuk meningkatkan kemampuan mereka,” jelasnya.
Prestasi Atlet Muaythai Jawa Timur
Perkembangan positif muaythai di Jawa Timur sejalan dengan prestasi yang diraih atletnya di tingkat internasional. Pada Kejuaraan Dunia Muaythai di Malaysia, Jawa Timur mengirimkan tujuh delegasi, termasuk lima atlet dan dua pelatih. Aldento Brilian Bara Pratama berhasil meraih medali perak di nomor wai kru, sementara atlet muda Elija dan Fausta Latifah masing-masing meraih medali perak dan perunggu.
Selain meningkatkan kompetensi, penataran ini juga bertujuan untuk menyosialisasikan pembaruan regulasi dari International Federation of Muaythai Associations (IFMA). “Kesamaan persepsi terhadap aturan pertandingan sangat penting untuk menciptakan kompetisi yang profesional,” kata Baso.
Persiapan Menuju Porprov Jawa Timur 2027
Penataran ini juga merupakan bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 di Surabaya. Pengprov MI Jatim ingin memastikan bahwa seluruh perangkat pertandingan memahami regulasi terbaru sebelum ajang tersebut digelar.
Peserta terbaik dari penataran ini akan diproyeksikan mengikuti Pelatihan Wasit dan Juri Tingkat Nasional di Bekasi pada 1–4 Agustus 2026. Mereka akan bertugas pada Kejuaraan Nasional Muaythai yang berlangsung pada 4–9 Agustus 2026. “Kami ingin memastikan bahwa peserta terbaik dapat berkontribusi pada tingkat nasional,” tegas Baso.
Pada kesempatan yang sama, Aldento Brilian Bara Pratama, atlet Pelatnas sekaligus pemateri penataran, mengapresiasi antusiasme peserta. Ia menekankan pentingnya pengulangan teknik dasar dalam proses latihan. “Pengulangan teknik dasar sangat penting untuk pembinaan yang efektif,” tambahnya.





















