Pemkot Kota Surabaya Targetkan Pasar Tradisional Untuk Gelar Rapid Test Massal

  • Whatsapp
Ilustrasi Rapid Test Massal
Ilustrasi Rapid Test Massal. (iStock)

Headline.co.id (Surabaya) ~ Pemerintah Kota Surabaya menargetkan sejumlah pasar tradisional di Kota Surabaya untuk melakukan rapid test atau tes cepat COVID-19 secara massal.

baca juga: 7 Provinsi Defisit Cadangan Beras, Satgas Pangan Polri Lakukan Koordinasi dengan Stakeholder

Bacaan Lainnya

Febria Rachmanita selaku Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya menyampaikan  bahwa pihaknya telah menggelar rapid test massal di sejumlah pasar Surabaya di antaranya Pasar Genteng, Pasar Simo, Pasar Simo Gunung dan Pasar Keputran.

Ia mengaku bahwa pihaknya terus menerus mengelar rapid test massal dengan tujuan agar dapat memisahkan mana warga yang negatif dan reaktif COVID-19. Bagi mereka yang reaktif, langsung kita tempatkan di hotel agar terpisahkan dari yang negatif itu sampai hasil swabnya keluar.

baca juga: Demi Kelancaran Distribusi Logistik, Pemerintah Terus Tingkatkan Jalan Sabuk Merah di Perbatasan NTT

Salah satu yang dilakukan tes masal adalah di Pasar Genteng, dari total 50 pedagang yang ikut rapid test 25 dinyatakan reaktif, sedangkan Pasar Keputran dari 50 orang yang ikut rapid test ada 15 pedagang reaktif.

Febria menambahkan bahwa rapid test massal dilakukan agar dapat menekan angka penularan COVID-19 dan kurvanya semakin menurun.

“Saat ini terlihat banyak karena kita baru punya rapid test. Test PCR-nya juga bertambah di Institute of Tropical Disease (ITD) Rumah Sakit Premiere dan Rumah Sakit Adi Husada,” ungkapnya.

baca juga: Fakta Terbaru, Remaja Pembunuh Bocah di Sawah Besar Hamil Muda Akibat Pelecehan Seksual

Meski demikian, ia berharap agar masyarakat tetap menjaga diri dengan meningkatkan kedisiplinannya, terutama tetap menerapkan physical distancing atau jaga jarak fisik, menggunakan masker dan rajin mencuci tangan.

Selain itu, Pemerintah Kota Surabaya saat ini menerapkan metode sarang tawon untuk mencegah terjadinya penularan COVID-19, khususnya di wilayah perkampungan. Metode yang dimaksud adalah ketika ditemukan satu orang positif di suatu wilayah, maka pemkot langsung menggelar rapid test secara massal di lokasi itu.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan bahwa pihaknya melakukan metode sarang tawon. Jadi ketika di lokasi-lokasi ditemukan ada terpapar, maka di kampung itu kita lakukan rapid test secara massal, sejumlah warga yang ada di situ.

baca juga: Salurkan Zakat Berupa Dirham, Baitul Mal Nusantara Gandeng Global Zakat-ACT Lampung

Eddy menjelaskan hingga saat ini Pemkot Surabaya telah menggelar rapid test massal di lima wilayah perkampungan Surabaya, di antaranya Manukan Kulon, Bratang Gede, Rungkut Lor dan Kedung Baruk.

Ketika dilakukan rapid test hasilnya ditemukan ada yang reaktif, maka orang tersebut langsung dilakukan swab.

“Tapi swab kan keputusannya menunggu 4 sampai 8 hari. Sambil menunggu hasil swab itu, arahan ibu wali kota agar orang tersebut dilakukan isolasi di salah satu hotel,” katanya.

baca juga: Erick Thohir Rombak Jajaran Direksi PLN, Berikut Daftar Lengkapnya

Selain itu, Pemerintah Kota Surabaya saat ini menerapkan metode sarang tawon untuk mencegah terjadinya penularan COVID-19, khususnya di wilayah perkampungan. Metode yang dimaksud adalah ketika ditemukan satu orang positif di suatu wilayah, maka pemkot langsung menggelar rapid test secara massal di lokasi itu.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *