7 Provinsi Defisit Cadangan Beras, Satgas Pangan Polri Lakukan Koordinasi dengan Stakeholder

  • Whatsapp
Cadangan Beras Nasional cukup sampai Lebaran 1441 H. (Foto: Pasardana)
Cadangan Beras Nasional cukup sampai Lebaran 1441 H. (Foto: Pasardana)

HeadLine.co.id (Nasional) – Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan tengah melaporkan hasil pemantauan Satuan Tugas (Satgas) pangan polri terhadap stok beras nasional.

Polri memastikan stok beras tanah air cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga hari raya idul fitri.

Read More

Baca juga: Serahkan Laporan IHPS II Tahun 2019 kepada Presiden, BPK Temukan 5.480 permasalahan dalam 4.094 temuan

“Stok beras nasional sampai hari ini 1,4 juta ton di perum bulog yang dapat digunakan sebagai cadangan untuk pemenuhan kebutuhan beras jelang lebaran,” ujar Kombes Ahmad Ramadhan, Kamis (14/5/2020) malam.

Kombes Ahmad menyatakan bahwa sebanyak tujuh provinsi mengalami defisit cadangan beras diantaranya, Provinsi Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Maluku, Kalimantan Utara dan Papua Barat.

Baca juga: Update Kasus Covid-19 Jakarta 14 Mei, Paisen Positif Corona Bertambah 180 Orang

Meski demikian, Satgas pangan polri telah melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait guna mempermudah distribusi dari produsen ke daerah yang defisit

“Satgas pangan polri menjamin harga beras stabil secara nasional diangka Rp 10.912,” tuturnya.

Baca juga: Update Corona di Indonesia Kamis 14 Mei 2020: Menjadi 16.006 Kasus dan 3.518 Pasien Sembuh

Sementara itu, kebutuhan gula nasional pada April 2020 diperkirakan mencapai 700 ton. Hingga saat ini, Ahmad mengatakan, sebanyak 28.540 ribu ton defisit gula yang pengadaanya bisa dilakukan dengan cara import.

“Ini juga menjadi perhatian satgas pangan polri untuk melakukan pengawasan import dan pendistribusian. Namun harga gula mengalami penurunan 4,4 Persen dari Rp 17.002 menjadi Rp 16,300,” urainya.

Baca juga: PT KAI Update Informasi Terbaru Operasi Kereta Luar Biasa, Cek Selengkapnya Disini

Satgas Pangan akan terus melakukan pengawasan pengalaman distribusi bahan pangan pokok dan kembali turun untuk melakukan sidak langsung ke pasar – pasar dan juga melakukan penindakan terhadap oknum-oknum penimbun.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *