Headline.co.id, Jakarta ~ Justin Gaethje menciptakan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah UFC setelah mengalahkan Ilia Topuria melalui penghentian dari sudut ring (corner stoppage) usai ronde keempat pada laga utama UFC Freedom 250, Minggu (14/6/2026) waktu setempat. Kemenangan ini membuat Gaethje resmi menjadi juara tak terbantahkan kelas ringan UFC sekaligus mengakhiri rekor sempurna ilia topuria sebagai petarung profesional.
Pertarungan antara ilia topuria dan Justin Gaethje yang digelar di South Lawn, Gedung Putih, Washington D.C., berlangsung sengit sejak ronde pertama. Ilia topuria yang datang sebagai juara bertahan sekaligus unggulan besar sempat mendominasi pada ronde kedua, tetapi gagal menyelesaikan pertarungan ketika memiliki peluang emas.
Sebaliknya, Justin Gaethje mampu bangkit dan memanfaatkan kelelahan serta cedera yang dialami ilia topuria. Rentetan pukulan keras membuat wajah sang juara mengalami kerusakan serius hingga tim pelatih memutuskan menghentikan pertandingan sebelum ronde kelima dimulai.
Kemenangan tersebut sekaligus mengukuhkan Gaethje sebagai juara kelas ringan UFC pada usia 37 tahun, setelah sebelumnya dua kali gagal meraih sabuk juara tak terbantahkan.
Justin Gaethje Bangkit dan Membalikkan Keadaan
Pertarungan dimulai dengan tempo tinggi. Gaethje tampil agresif sejak awal tanpa gentar menghadapi kekuatan pukulan Topuria yang dikenal mematikan.
“The Highlight” berulang kali mendaratkan jab keras, uppercut dari situasi clinch, serta pukulan tangan kanan yang membuat wajah Topuria mulai mengalami luka sejak ronde pertama.
Namun, Topuria menunjukkan kualitasnya sebagai juara bertahan pada ronde kedua. Petarung berdarah Spanyol-Georgia itu meningkatkan intensitas serangan dengan kombinasi tinju ke arah kepala dan tubuh lawan.
Sebuah pukulan ke area hati sempat menjatuhkan Gaethje dan membuka peluang bagi Topuria untuk menyelesaikan laga melalui submission.
Topuria mencoba melakukan armbar dan triangle choke ketika pertarungan berlanjut di bawah. Akan tetapi, Gaethje berhasil bertahan hingga ronde berakhir.
Keputusan Topuria gagal menuntaskan laga pada momen tersebut justru menjadi titik balik pertandingan.
Cedera Mata Ilia Topuria Jadi Titik Penentu
Memasuki ronde ketiga, kondisi Topuria mulai terlihat menurun. Sebaliknya, Gaethje tampil semakin percaya diri dengan tekanan konstan melalui jab, pukulan kombinasi, dan tendangan.
Sebuah pukulan kanan keras dari Gaethje sempat menjatuhkan Topuria ke kanvas dan membuat suasana arena bergemuruh.
Kerusakan pada wajah Topuria semakin terlihat jelas. Kedua matanya mengalami pembengkakan, sementara area sekitar mata kiri nyaris tertutup.
Di sela ronde ketiga dan keempat, dokter yang bertugas di sisi oktagon sempat melakukan pemeriksaan terhadap kondisi Topuria. Pertandingan akhirnya tetap dilanjutkan setelah mendapat persetujuan wasit Marc Goddard dan tim medis.
Pada ronde keempat, Gaethje terus menggempur sang juara. Topuria beberapa kali mencoba membawa pertarungan ke bawah, tetapi gagal mempertahankan dominasinya.
Menjelang akhir ronde, sebuah lutut keras ke arah tubuh dari Gaethje membuat Topuria berjalan tertatih menuju sudut ring.
Akhirnya, tim pelatih Topuria memutuskan tidak mengizinkannya kembali bertarung pada ronde kelima.
Wasit Marc Goddard pun menghentikan pertandingan dan menetapkan Gaethje sebagai pemenang melalui TKO akibat corner stoppage.
Justin Gaethje Akhirnya Raih Gelar Impian
Bagi Justin Gaethje, kemenangan ini menjadi pencapaian terbesar sepanjang kariernya di UFC.
Setelah kegagalan melawan Khabib Nurmagomedov pada 2020 dan Charles Oliveira pada 2022, impiannya menjadi juara dunia akhirnya terwujud.
Dalam wawancara usai laga, Gaethje mengaku sempat mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk sebelum naik ke oktagon.
“Saya berasal dari Amerika. Dua ratus lima puluh tahun lalu kami jauh lebih diremehkan daripada peluang 6 banding 1, dan lihat sekarang kami berkembang,” kata Gaethje.
“Saya tahu ini benar-benar legendaris karena saya sendiri bahkan tidak bisa mempercayainya.”
Ia menilai daya tahan dan mental bertarung menjadi kunci keberhasilannya menghadapi salah satu petarung terbaik dunia.
“Daya tahan, kegigihan, dan hati saya membawa saya melewati dua ronde pertama. Tidak ada yang bisa mengalahkan kerja keras saya di ronde ketiga, terutama ronde kejuaraan keempat dan kelima,” ujarnya.
“Saya memang diciptakan untuk momen seperti ini. Olahraga ini dibuat untuk saya. Saya telah menunjukkan alasannya.”
Gaethje juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat berpikir akan kalah sebelum pertarungan berlangsung.
“Saya mengatakan kepada diri sendiri bahwa saya akan kalah. Saya mengatakan kepada diri sendiri bahwa saya akan dipermalukan agar saya bisa menggali sisi paling primal dalam diri saya,” kata Gaethje.
“Dia membuat saya dalam masalah. Dia mengguncang saya. Menghantam dagu saya. Menghancurkan hati saya, tetapi saya tetap bertahan.”
Rekor Tak Terkalahkan Ilia Topuria Berakhir
Kekalahan ini menjadi noda pertama dalam karier profesional Ilia Topuria.
Petarung berusia 29 tahun tersebut sebelumnya mencatatkan rekor sempurna 17 kemenangan tanpa kekalahan dan sukses menjadi salah satu bintang paling bersinar di UFC.
Meski gagal mempertahankan sabuk kelas ringan, Topuria masih dianggap sebagai salah satu petarung elite UFC yang berpotensi kembali bersaing di papan atas dalam waktu dekat.
Namun, malam bersejarah di Gedung Putih itu menjadi milik Justin Gaethje.
Setelah melewati berbagai pertarungan brutal, kegagalan, dan penantian panjang, veteran asal Amerika Serikat tersebut akhirnya berdiri di puncak divisi kelas ringan UFC sebagai juara tak terbantahkan.
Ringkasan Hasil Utama UFC Freedom 250:
- Justin Gaethje mengalahkan Ilia Topuria via TKO (corner stoppage), ronde 4 – perebutan gelar kelas ringan.
- Ciryl Gane mengalahkan Alex Pereira via TKO, ronde 2.
- Sean O’Malley mengalahkan Aiemann Zahabi via TKO, ronde 2.
- Josh Hokit mengalahkan Derrick Lewis via TKO, ronde 2.
- Mauricio Ruffy mengalahkan Michael Chandler via TKO, ronde 1.
- Bo Nickal mengalahkan Kyle Daukaus via TKO, ronde 1.
- Diego Lopes mengalahkan Steve Garcia via KO, ronde 2.





















