Headline.co.id, Jakarta ~ Komputasi kuantum kembali menjadi sorotan setelah IBM mengumumkan rencana investasi lebih dari USD 10 miliar atau sekitar Rp180 triliun untuk mempercepat pengembangan komputer kuantum komersial. Investasi tersebut akan difokuskan pada penelitian, pengembangan, manufaktur, hingga pembangunan ekosistem teknologi kuantum dengan target menghadirkan komputer kuantum skala besar pertama yang toleran terhadap kesalahan pada 2029. Langkah ini dilakukan karena teknologi komputasi kuantum diyakini mampu menyelesaikan perhitungan yang sangat kompleks jauh lebih cepat dibandingkan komputer konvensional maupun superkomputer saat ini. Pengumuman tersebut muncul di tengah meningkatnya dukungan pemerintah Amerika Serikat terhadap pengembangan industri chip dan teknologi kuantum.
Perkembangan ini sekaligus menjawab pertanyaan banyak kalangan mengenai apa itu komputasi kuantum dan mengapa teknologi tersebut disebut sebagai salah satu lompatan terbesar dalam dunia komputasi modern.
Apa Itu Komputasi Kuantum?
Komputasi kuantum (quantum computing) merupakan bidang ilmu dan teknik komputer yang memanfaatkan prinsip-prinsip mekanika kuantum untuk memproses dan menyelesaikan berbagai permasalahan kompleks.
Berbeda dengan komputer klasik yang bekerja menggunakan bit dengan nilai 0 atau 1, komputer kuantum menggunakan qubit sebagai unit dasar pemrosesan data.
Dikutip dari BGR, kemampuan qubit yang dapat berada dalam dua kondisi sekaligus atau dikenal sebagai superposisi memungkinkan komputer kuantum melakukan proses komputasi yang jauh lebih cepat dibandingkan sistem komputasi konvensional.
Dengan memanfaatkan fenomena fisika pada skala atom, teknologi ini mampu membuka pendekatan matematika baru yang tidak dapat dilakukan oleh komputer klasik.
Para peneliti meyakini bahwa komputer kuantum skala besar nantinya dapat menyelesaikan kalkulasi yang membutuhkan waktu ribuan tahun pada komputer biasa hanya dalam hitungan menit atau jam.
IBM Siapkan Investasi Besar untuk Komersialisasi Teknologi Kuantum
Untuk mempercepat realisasi teknologi tersebut, IBM telah mengajukan dokumen resmi kepada Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat.
Dalam dokumen tersebut, IBM menyatakan kesiapannya menggelontorkan investasi lebih dari USD 10 miliar guna mengomersialkan komputasi kuantum.
Dana tersebut akan digunakan untuk berbagai kebutuhan strategis, mulai dari penelitian dan pengembangan (R&D), belanja modal, pembangunan kemitraan ekosistem, manufaktur skala besar, hingga peluang merger dan akuisisi.
IBM optimistis proyek yang dirancang selama lima tahun itu mampu menghasilkan komputer kuantum skala besar yang toleran terhadap kesalahan atau large-scale fault-tolerant quantum computer pertama di dunia pada tahun 2029.
Dalam dokumen resminya, IBM menyatakan target tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk mempercepat pemanfaatan teknologi kuantum di berbagai sektor.
Telah Mengoperasikan Lebih dari 90 Sistem Kuantum
Langkah ambisius IBM bukanlah proyek yang dimulai dari nol.
Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut mengklaim telah mengoperasikan lebih dari 90 sistem kuantum dan menjalin kerja sama dengan lebih dari 300 mitra yang terdiri atas perusahaan, perguruan tinggi, hingga lembaga pemerintah.
Jaringan kolaborasi tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam mempercepat riset sekaligus pengembangan aplikasi komputasi kuantum di masa depan.
Meski demikian, tantangan utama yang masih dihadapi industri adalah menciptakan perangkat kuantum yang stabil dan dapat digunakan secara komersial dalam skala besar.
Dapat Dukungan Dana dari Pemerintah Amerika Serikat
Momentum pengembangan komputasi kuantum IBM semakin kuat setelah pada Mei 2026, Institut Standar dan Teknologi Nasional (NIST) Amerika Serikat memberikan insentif CHIPS senilai USD 1 miliar kepada IBM.
Dana tersebut digunakan untuk mendukung pembangunan fasilitas foundry atau pabrik pengecoran chip kuantum di Amerika Serikat.
Fasilitas itu akan beroperasi di bawah anak perusahaan baru IBM bernama Anderon. Selain dukungan pemerintah, IBM juga mengalokasikan tambahan investasi internal sebesar USD 1 miliar untuk mendukung operasional dan pengembangan fasilitas tersebut.
IBM menegaskan kolaborasi antara proyek manufaktur chip kuantum dan riset utama perusahaan menjadi bagian penting untuk membangun kemampuan produksi teknologi kuantum yang aman di Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya, IBM menyebut langkah tersebut bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat keamanan nasional melalui penguasaan teknologi strategis masa depan.
Potensi Dampak bagi Industri dan Konsumen
Apabila target pengembangan komputer kuantum komersial berhasil tercapai, dampaknya diperkirakan tidak hanya dirasakan oleh kalangan peneliti dan industri teknologi.
IBM menilai kemajuan manufaktur chip kuantum berpotensi membantu menekan biaya perangkat keras di masa depan, terutama ketika permintaan terhadap pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) terus meningkat.
Perusahaan bahkan memproyeksikan ekosistem riset dan manufaktur chip kuantum yang sedang dibangun dapat menghasilkan nilai bersih hingga USD 850 miliar pada tahun 2040.
Dengan dukungan investasi besar, kolaborasi luas, serta insentif pemerintah, komputasi kuantum kini semakin dekat menuju fase komersial. Meski masih dalam tahap pengembangan, teknologi ini digadang-gadang akan menjadi salah satu terobosan terbesar yang berpotensi mengubah cara manusia menyelesaikan berbagai persoalan komputasi yang selama ini dianggap mustahil ditangani oleh komputer konvensional.























