Headline.co.id, Sleman ~ Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pemuda dan Olahraga berupaya mempersiapkan pemimpin muda yang tidak hanya memiliki kemampuan manajerial, tetapi juga karakter yang komunikatif dan inspiratif. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan Organisasi Kepemudaan (OKP) bertajuk “Menjadi Pemimpin Muda, Komunikatif, dan Inspiratif. Jauhi Narkoba dan Minuman Keras” yang diadakan di Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon/Kecamatan Ngaglik, Sleman, pada Senin (11/5/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 40 perwakilan pemuda dari Kapanewon Ngaglik dan Cangkringan. Program ini merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat kapasitas generasi muda sebagai agen perubahan. Inisiatif ini lahir dari pokok-pokok pikiran anggota DPRD Kabupaten Sleman, Timbul Saptowo, sebagai bentuk kepedulian terhadap pemberdayaan potensi pemuda di wilayah Sleman.
Perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman, Sabarudin, menekankan bahwa posisi pemuda sangat strategis karena mereka adalah pemegang tongkat estafet kepemimpinan di masa mendatang. Dengan populasi pemuda di Kabupaten Sleman yang mencapai sekitar 240 ribu orang, pembinaan yang terarah menjadi kunci agar potensi besar tersebut dapat dikonversi menjadi kontribusi produktif bagi daerah.
“Pemuda adalah aset penting bagi masa depan daerah. Pembinaan yang tepat akan membantu mereka menjadi pemimpin yang berkualitas,” ujar Sabarudin saat memberikan arahan kepada para peserta.
Selain fokus pada aspek kepemimpinan, para peserta juga diberikan bekal penting mengenai gaya hidup sehat. Sabarudin berpesan agar generasi muda Sleman menjaga integritas diri dengan menjauhi narkoba dan minuman keras yang dapat menghancurkan masa depan. Ia mendorong para pemuda untuk lebih fokus pada konsumsi makanan bergizi dan rutin berolahraga sebagai fondasi utama dalam menjalankan aktivitas kepemimpinan di tengah masyarakat.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini tidak hanya diisi dengan penyampaian teori di dalam ruangan. Rangkaian kegiatan diawali dengan peningkatan kapasitas melalui aktivitas outbound dan team building yang dipandu oleh instruktur berpengalaman. Metode ini dipilih agar para peserta dapat langsung mempraktikkan cara berkomunikasi yang efektif, pengambilan keputusan dalam kelompok, hingga keberanian berbicara di depan publik.
Melalui pembinaan yang komprehensif ini, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap para peserta dapat pulang ke wilayah masing-masing dengan semangat baru. Mereka diharapkan mampu menjadi magnet inspirasi bagi lingkungan sekitarnya serta berperan aktif dalam memajukan organisasi kepemudaan di tingkat lokal dengan karakter yang kuat dan jiwa kepemimpinan yang matang. (Andy Ahmad/KIM DSN Ngaglik)





















