Alumnus UII Yogyakarta yang Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Beri Klarifikasi Hingga Rektor Bentuk Tim Investigasi, Cek Selengkapnya Disini!

  • Whatsapp
Ilustrasi korban pelecehan seksual. (Foto: Hellosehat.com)
Ilustrasi korban pelecehan seksual. (Foto: Hellosehat.com)

HeadLine.co.id (Yogyakarta) – Seorang alumnus Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta berinisial IM dituduh telah melakukan pelecehan seksual. Hal ini disampaikan dalam rilis yang dilihat Headline.co.id di akun Instagram Aliansi UII Bergerak Rabu (29/04).

“Belakangan ini kami mendapatkan informasi dari dua penyintas korban kekerasan seksual di lingkungan kampus Universitas Islam Indonesia. Pelaku bernama IM, seorang alumnus UII jurusan Arsitektur Angkatan 2012 dan lulus tahun 2016. Terlepas dari dua kasus yang sudah dilaporkan pada kami, ada kasus yang sudah dilaporkan kepada pihak kampus 2 tahun lalu, namun respons yang diberikan oleh birokrat universitas terkait kasus ini di luar harapan, dengan mengatakan bahwa korban mengeluarkan reaksi emosional yang berlebihan. Ini menunjukkan kampus tidak memiliki keberpihakan pada penyintas,” demikian tertulis dalam rilis tersebut.

Read More

Baca juga: Rencana Kemenag Potong SPP Mahasiswa PTKIN Batal, Menag Mohon Maaf

Disebutkan IM juga tidak mendapat teguran maupun hukuman dari kampus. Ia justru mendapat ruang dalam acara seminar-seminar UII. Diantaranya mengisi program branding kampus berjudul Program Inspirasi UII di kanal Youtube.

Pihak Aliansi UII Bergerak juga telah merilis data para korban, hingga Selasa (28/4) sudah ada 5 korban IM. Karena respons kampus dianggap lamban Aliansi UII Bergerak pun menyatakan sikapnya, yakni.

Baca juga: Peringatan Hari Buruh Internasional Tiadakan Demonstrasi, Tapi Diganti dengan Aksi Sosial Terhadap Wabah Corona

Membuat tuntutan kepada Rektor UII untuk menutup semua akses IM di lingkungan kampus baik offline maupun online. Termasuk tidak memberikan kesempatan IM menjadi dosen Universitas Islam Indonesia di masa yang akan datang.

Kemudian, Menuntut UII SEGERA membentuk tim adhoc yang berpihak pada penyintas berisikan mahasiswa, dosen, dan juga bidang kemahasiswaan guna menyelidiki kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh IM.

Baca juga: Achmad Yurianto Pastikan 89 Laboratorium Aktif Periksa COVID-19

Lalu tuntutan berikutnya kepada UII, Aliansi meminta tim penyusun draft regulasi khusus penanganan kasus kekerasan seksual yang berpihak pada penyintas di lingkungan kampus untuk segera disahkan.

“Tuntutan kami butuh upaya yang lebih besar dan luas. Perjuangan melawan kekerasan seksual tidak dapat sepenuhnya dibebankan pada penyintas. Belajar dari kasus kekerasan seksual di institusi pendidikan, perlawanan terhadap kekerasan seksual adalah perjuangan yang terjal dan berliku,” tandas rilis itu.

Baca juga: Berhasil Kumpulan Dana Sosial Hingga Rp555 M, Kapten Tom Moore Veteran Perang Dunia II Banjir Ucapan Selamat

Menanggapi kasus itu, Rektor UII Fathul Wahid menjelaskan bahwa pihaknya sedang menelusuri ke belakang jejak kasus ini. Meski belum ditemukan laporan resmi ke kampus, UII tetap membentuk tim yang bergerak secara khusus untuk proses investigasi.

“Jika itu benar adanya UII dalam posisi tidak memberikan ruang sedikit pun untuk praktik kekerasan atau pelecehan seksual. Itu sikap UII,” tandas Fathul dalam keterangannya.

Baca juga: Pemerintah Siapkan 5 Skema Besar Perlindungan dan Pemulihan UMKM di Tengah Pandemi Covid-19

Sementara itu, diketahui kini IM sedang menjalani masa pendidikan di Melbourne, Australia. Melihat namanya sedang terseret kasus pelecehan seksual di UII, IM memberikan klarifikasi lewat unggahan Instagramnya @_Ibrahimmalik_.

“Bahkan sebelum pemberitaan menyebar, tidak ada satu pun pihak yang menghubungi saya, meminta klarifikasi, atau tabayyun. Sehingga ketika berita tersebar secara cepat dan masif, saya tidak punya kesempatan untuk membela diri,” ungkapnya, Kamis (30/4).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *