Headline.co.id, Malang ~ Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang menyelenggarakan puncak peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) 2026 di halaman Balai Kota Malang, Jawa Timur, pada Minggu (10/5/2026). Acara ini dikemas dalam bentuk jalan sehat yang diikuti oleh relawan, organisasi, instansi, dan masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menekankan bahwa kesiapsiagaan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan relawan, tetapi harus menjadi budaya yang dibangun bersama oleh seluruh masyarakat. Ali menyatakan bahwa kondisi cuaca yang semakin dinamis dan ekstrem menuntut kesiapsiagaan yang kuat dari semua elemen masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi pemerintah, relawan, organisasi masyarakat, dan komunitas menjadi kunci dalam pengurangan risiko bencana di Kota Malang.
“Bencana ini adalah tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat Kota Malang untuk terus membangun kesadaran bahwa budaya-budaya yang menjadi penyebab bencana harus kita ubah bersama,” kata Ali. Ia juga mengapresiasi inovasi edukasi mitigasi bencana melalui lomba video pendek, yang menurutnya dapat menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat agar lebih sadar dan tangguh menghadapi potensi bencana. “Yang paling penting adalah kesadaran bersama bahwa menjaga Kota Malang dari bencana merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, menyampaikan bahwa HKBN menjadi momentum untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Menurut Prayitno, sosialisasi pesan tangguh bencana perlu dilakukan dengan cara yang lebih efektif dan mampu menjangkau masyarakat luas. “Kami ingin menyosialisasikan pesan tangguh bencana dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat, salah satunya melalui kegiatan jalan sehat bersama,” jelas Prayitno.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mempererat silaturahmi antarinstansi, organisasi, relawan, dan masyarakat. Selain itu, jalan sehat diharapkan dapat membudayakan pola hidup sehat agar masyarakat memiliki kesiapan fisik dalam menghadapi situasi darurat bencana.





















