Headline.co.id, Jakarta ~ Satuan Tugas Pencegahan Haji Ilegal berhasil menggagalkan keberangkatan 80 warga negara Indonesia (WNI) yang diduga akan melakukan ibadah haji secara ilegal ke Arab Saudi. Pencegahan ini dilakukan di beberapa bandara, termasuk Jakarta, Yogyakarta, Kualanamu Medan, dan Surabaya. “Sampai dengan hari ini sudah dilakukan 80 penegakan oleh teman-teman imigrasi terbagi di beberapa tempat,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj, Rizka Anungnata, pada Jumat (8/5/2026).
Satgas Haji ini merupakan hasil kolaborasi lintas lembaga, termasuk Kemenhaj, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), dan Mabes Polri. Tujuan utama pembentukan satgas ini adalah untuk memastikan perlindungan jamaah dan penegakan hukum terhadap pelanggaran penyelenggaraan haji. Penyelenggaraan haji tidak hanya menyangkut aspek ibadah, tetapi juga perlindungan warga negara, citra bangsa, serta kepercayaan internasional. “Selain untuk mendukung pemerintah Arab Saudi, kami juga berkaca pada pengalaman dahulu,” tambah Rizka.
Kasubdit Kerjasama Dalam Negeri dan Organisasi Internasional, Tessar Bayu Setyaji, menjelaskan bahwa pencegahan ini dilakukan berdasarkan hasil identifikasi di lapangan. “Wilayah yang melakukan penundaan di Bandara Soekarno Hatta 57 orang, Medan lima orang, Surabaya 15, dan Yogyakarta tiga orang,” ungkap Tessar. Menurutnya, langkah ini merupakan bukti kehadiran negara dalam melindungi warganya agar tidak terlantar dan menjadi korban di Arab Saudi.
Kasubdit III Dittipidter Bareskrim Polri, Kombes Pol Pipit Subiyanto, menambahkan bahwa selama masa operasional haji, aparat kepolisian menerima 95 laporan awal terkait dugaan haji ilegal. Beberapa kasus sudah selesai diselidiki, sementara yang lain masih dalam proses tindak lanjut. “Kami cari motif dan modus haji non prosedural,” jelas Pipit. Ia mengimbau masyarakat untuk melaksanakan ibadah sesuai aturan dan tidak memaksakan diri pergi ke Arab Saudi secara nonprosedural. “Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk memperhatikan hal-hal yang utama,” tutupnya.





















