HEDLINE.CO.ID, JAKARTA ~ Google memperkenalkan empat fitur utama yang akan hadir di Android 17 dalam ajang The Android Show: I/O Edition 2026. Pengumuman tersebut menjadi bagian dari rangkaian konferensi tahunan Google I/O 2026 yang menyoroti pengembangan kecerdasan buatan (AI), peningkatan produktivitas, serta penguatan aspek keamanan dan kenyamanan pengguna sehari-hari.
Melalui pembaruan ini, Google memperdalam integrasi asisten AI Gemini ke dalam sistem operasi Android. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menghadirkan pengalaman penggunaan yang lebih cerdas sekaligus menjawab meningkatnya perhatian global terhadap isu privasi dan keamanan siber.
Empat fitur yang diumumkan meliputi Gemini Intelligence, Noto 3D, Pause Point, dan Screen Reactions. Seluruh fitur tersebut dijadwalkan hadir secara bertahap sepanjang 2026 pada perangkat Android yang memenuhi syarat.
Gemini Intelligence Jadi Andalan Baru Android 17
Salah satu pembaruan terbesar yang diperkenalkan Google adalah Gemini Intelligence. Fitur ini menghadirkan kemampuan otomatisasi lintas aplikasi dengan dukungan AI yang lebih mendalam.
Dikutip dari laporan BGR pada Jumat (29/5/2026), pengguna nantinya dapat menjalankan berbagai tugas hanya melalui perintah suara maupun gambar. Sebagai contoh, pengguna cukup memotret menu restoran atau brosur wisata, lalu Gemini akan membantu mengolah informasi tersebut untuk menyusun rencana perjalanan maupun daftar kebutuhan belanja.
Google menjelaskan bahwa Gemini Intelligence akan dirilis secara bertahap dengan prioritas awal untuk perangkat Google Pixel dan Samsung.
“Pengguna cukup memotret objek, seperti menu restoran atau brosur wisata, dan Gemini akan memprosesnya untuk merencanakan liburan hingga menyusun daftar belanjaan,” demikian penjelasan Google dalam sesi The Android Show: I/O Edition 2026.
Beberapa kemampuan yang akan hadir dalam Gemini Intelligence antara lain:
- Chrome Auto Browse, agen peramban yang dapat membantu navigasi otomatis di Google Chrome.
- Gemini Personal Intelligence, fitur pengisian formulir digital dengan memanfaatkan data dari Google Calendar dan Gmail.
- Smart Voice-to-Text pada Gboard untuk mengubah ucapan menjadi teks yang lebih rapi dan formal.
- Create My Widget yang memungkinkan pengguna membuat widget kustom sesuai kebutuhan di layar utama.
Noto 3D Hadirkan Emoji dengan Tampilan Lebih Hidup
Selain AI, Google juga memperbarui aspek visual Android melalui peluncuran Noto 3D.
Koleksi emoji terbaru ini dirancang dengan efek tiga dimensi yang memberikan tekstur dan kedalaman visual lebih nyata dibandingkan emoji konvensional. Kehadiran Noto 3D menjadi respons Google terhadap tingginya penggunaan emoji dalam komunikasi digital global.
Menurut Google, saat ini terdapat sekitar 10 miliar emoji yang dikirim setiap hari di seluruh dunia.
Emoji Noto 3D akan pertama kali tersedia pada perangkat Google Pixel sebelum diperluas ke berbagai layanan Google lainnya.
Pause Point Dirancang Kurangi Kebiasaan Doomscrolling
Google juga memperkenalkan fitur kesehatan digital baru bernama Pause Point. Berbeda dari aplikasi pemblokir yang langsung menutup akses pengguna ke aplikasi tertentu, Pause Point menggunakan pendekatan yang lebih persuasif.
Ketika pengguna mencoba membuka aplikasi yang dianggap berpotensi mengganggu produktivitas atau memicu penggunaan berlebihan, sistem akan memberikan jeda selama 10 detik sebelum aplikasi dapat diakses.
Dalam periode tersebut, pengguna akan disuguhi latihan pernapasan singkat, pengingat waktu penggunaan, atau rekomendasi aktivitas yang lebih produktif.
“Fitur ini dirancang interaktif untuk memutus kebiasaan buruk doomscrolling, namun tetap memberikan opsi untuk dinonaktifkan jika diinginkan,” ungkap Google.
Pendekatan ini menunjukkan upaya perusahaan dalam mendorong penggunaan perangkat digital yang lebih sehat tanpa mengurangi kebebasan pengguna.
Screen Reactions Permudah Kreator Membuat Video Reaksi
Untuk mendukung kebutuhan kreator konten, Google menghadirkan fitur baru bernama Screen Reactions.
Fitur berbasis AI tersebut memungkinkan pengguna membuat video reaksi secara instan tanpa perlu menggunakan aplikasi tambahan. Pengguna hanya perlu merekam wajah dan layar perangkat secara bersamaan, kemudian sistem AI akan secara otomatis menempatkan video reaksi sebagai overlay pada konten yang sedang dibahas.
Teknologi ini dinilai dapat mempermudah proses pembuatan konten reaksi yang selama ini membutuhkan proses penyuntingan terpisah.
Screen Reactions dijadwalkan debut pada Google Pixel 10 dan akan hadir bersamaan dengan sejumlah pembaruan eksklusif untuk aplikasi Instagram di Android.
Instagram di Android Dapat Dukungan Fitur AI dan Ultra HDR
Bersamaan dengan kehadiran Screen Reactions, Google juga mengumumkan sejumlah peningkatan pada aplikasi Instagram di Android.
Pembaruan tersebut mencakup dukungan perekaman dan pemutaran format Ultra HDR, fitur stabilisasi video bawaan, serta Night Sight langsung dari kamera Instagram.
Selain itu, aplikasi Instagram Edits juga akan memperoleh dukungan AI baru seperti smart enhance untuk meningkatkan kualitas visual secara otomatis dan sound separation yang memungkinkan pemisahan trek audio secara lebih praktis.
Melalui rangkaian fitur baru ini, Google menunjukkan fokusnya untuk menjadikan Android 17 sebagai platform yang lebih cerdas, produktif, dan aman. Integrasi AI Gemini yang semakin mendalam, ditambah fitur kesehatan digital serta alat kreator berbasis AI, menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadirkan pengalaman penggunaan Android yang lebih personal sepanjang 2026.





















