Headline.co.id, Gorontalo ~ Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo mengadakan rapat persiapan penyusunan dokumen Investment Project Ready to Offer (IPRO) pada Senin (4/5/2026). Dokumen ini bertujuan untuk menarik investasi di sektor pariwisata, ekonomi kreatif, pemuda, dan olahraga di Gorontalo. Kepala Dinas Parekrafpora Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, menyatakan bahwa investasi yang masuk saat ini masih minim dan hanya terfokus pada Pulau Saronde.
“Kita memiliki banyak destinasi unggulan dengan nilai yang signifikan. Namun investasi yang masuk masih sangat terbatas, saat ini baru di Pulau Saronde. Selebihnya masih dikelola oleh masyarakat dan pengusaha lokal,” ungkap Sultan. Ia menekankan pentingnya dokumen perencanaan investasi yang matang untuk memberikan kepastian bagi calon investor. Penyusunan dokumen IPRO memerlukan ketelitian data, aspek legalitas, serta sinkronisasi lintas sektor.
Kepala Bidang Pariwisata, Gema Putra Baculu, menambahkan bahwa forum ini bertujuan menyamakan persepsi antar-pemangku kepentingan mengenai kriteria dan tahapan penyusunan IPRO sesuai regulasi. Dalam pertemuan tersebut, ditargetkan terdapat dua hingga tiga proyek prioritas yang akan ditetapkan sebagai fokus utama tahun 2026. “Melalui kegiatan ini diharapkan dapat ditetapkan 2 hingga 3 proyek prioritas yang akan disusun menjadi dokumen IPRO tahun 2026, sekaligus menyepakati kebutuhan data, timeline kerja, dan pembagian peran antar instansi,” kata Gema.
Selain menghasilkan dokumen yang berkualitas, Pemerintah Provinsi Gorontalo menargetkan minimal satu dokumen IPRO sektor pariwisata dapat lolos kurasi Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Rapat koordinasi ini melibatkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta pemerintah kabupaten/kota.





















