Headline.co.id, Kutai Timur ~ Polres Kutai Timur menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap distribusi bahan bakar minyak (BBM), terutama yang bersubsidi, agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. Pernyataan ini disampaikan oleh Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, terkait potensi penyimpangan seperti penimbunan dan pembelian berulang yang tidak sesuai aturan. AKBP Fauzan mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying yang dapat memicu kelangkaan BBM.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Tidak perlu panik, karena distribusi BBM akan terus kami pantau agar tetap berjalan lancar,” ujar AKBP Fauzan pada Senin (4/5/26). Ia juga menekankan kepada pengelola SPBU untuk menjalankan operasional sesuai ketentuan, termasuk penggunaan sistem barcode dalam penyaluran BBM bersubsidi.
“Kami meminta pihak SPBU agar bekerja secara profesional dan mematuhi seluruh aturan, terutama dalam penggunaan sistem barcode untuk memastikan BBM bersubsidi tepat sasaran,” jelasnya. AKBP Fauzan menegaskan bahwa penyalahgunaan BBM bersubsidi dan penimbunan merupakan pelanggaran hukum yang akan dikenakan sanksi tegas sesuai peraturan yang berlaku.
Sebagai langkah preventif, Polres Kutai Timur terus melakukan pengawasan dan patroli di sejumlah SPBU serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha untuk mencegah pelanggaran. “Apabila ditemukan adanya praktik penimbunan atau penyalahgunaan BBM bersubsidi, kami tidak akan ragu untuk melakukan penindakan hukum secara tegas,” ungkapnya.
Dengan adanya sinergi aparat kepolisian, pengelola SPBU, dan masyarakat, diharapkan distribusi BBM di wilayah Kutai Timur dapat berjalan tertib, lancar, dan tepat sasaran. Polres Kutai Timur juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dengan melaporkan indikasi penyimpangan dalam distribusi BBM agar dapat segera ditindaklanjuti demi menjaga stabilitas dan keadilan bagi seluruh masyarakat.






















